Atas dugaan tersebut, perdagangan saham SIAP sempat dihentikan sementara (suspensi) oleh BEI.
Rencananya, Jumat (6/11/2015), para pemegang saham Sekawan akan menghadap BEI untuk memberikan klarifikasi terkait hal tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menjelaskan, pihaknya terus melakukan investigasi untuk bisa mengetahui pasti apa yang terjadi dalam transaksi saham SIAP yang tidak wajar ini.
"Ini penting untuk melakukan pemeriksaan terkait transaksi tersebut. Kita masih mendalami," katanya.
Jika terbukti melanggar, kata Alpino, pihaknya akan memberikan sanksi tegas kepada pihak terkait.
"Kami akan berikan sanksi kepada yang melanggar," imbuhnya.
Sebagai informasi, saham Sekawan terkoreksi cukup tajam dalam waktu singkat. Diduga, ada aksi 'goreng-menggoreng' saham dalam transaksi yang dilakukan.
Rumor tak sedap lainnya pun bermunculan, mulai dari serangkaian backdoor listing oleh perusahaan asal Singapura, hingga pembelian perusahaan tambang yang belum beroperasi memakai dana hasil penerbitan saham baru (rights issue).
Belum lagi rumor soal gadai atau repurchase agreement (repo) perusahaan yang akhirnya membuat pemegang repo menjual paksa (forced sell) sahamnya ke pasar saat jatuh tempo.
Transaksi tidak wajar ini terjadi di pasar negosiasi.
(drk/ang)










































