Menurut Direktur Utama BEI, Tito Sulistio, kerugian masing-masing broker berbeda. Namun ada juga broker yang sudah menyelesaikan kewajibannya sehingga tidak menderita loss.
"Nyangkutnya cukup besar. Beberapa broker, total perputaran transaksi di antara Rp 300-400 miliar, tapi nyangkut per brokernya itu berbeda-beda, masih ada beberapa broker belum memenuhi kewajiban. Pokoknya saya lagi sedih sekali. Mereka harus memperbaiki citra kita di pasar modal. Mereka harus action, transparansi," kata Tito di Gedung BEI, SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (11/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Danareksa merupakan broker pelat merah yang memfasilitasi banyak investor besar. Namun BEI tidak pandang bulu dalam memberikan sanksi jika ada pelanggaran.
"Ada yang bilang ini (Danareka) BUMN, buat saya ini member saya, member saya semua equality (sama), tidak bisa yang gede tidak dihukum, terus hanya yang kecil saja," ujarnya.
"Apakah kita mengkukum yang kecil-kecil saja? Semua ada hak dan kewajibannya. Gue jujur sangat sedih hari ini karena menghukum anak paling besar, paling tua, paling pintar," jelasnya.
Bagaimana para broker ini bisa berakhir kena suspen? Selangkapnya ada di berita ini.
(ang/dnl)











































