Saat ini, otoritas pasar modal tersebut tengah mematangkan bisnis model terkait perusahaan asing untuk bisa listed di Indonesia.
Melalui bisnis model yang jelas, perusahaan asing yang nantinya mencatatkan saham di BEI punya payung hukum yang jelas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Samsul melihat, banyak potensi terkait hal itu. Saat ini, beberapa taipan Indonesia menjadi pemegang saham pengendali di perusahaan-perusahaan asing.
Hal ini bisa menjadi peluang BEI agar para taipan ini mau mencatatkan perusahaannya di Indonesia.
"Ada beberapa perusahaan yang saat ini tercatat di negara lain, itu secara majority dimiliki orang Indonesia, perusahaan beroperasi di sana, kan berarti sebagai perusahaan asing, nah merek bisa dicatatkan di sini," jelas dia.
Terkait hal itu, Samsul mengaku tengah melakukan pembicaraan secara informal untuk melobi para taipan ini mau mencatatkan sahamnya di Indonesia.
"Saat ini ada 2 perusahaan, dia punya di China, tapi di luar itu mungkin banyak juga yang lain. Secara informal sedang dibicarakan," katanya.
Hal demikian, kata Samsul, sudah terjadi di bursa negara-negara lain.
Saat ini, BEI untuk hal tersebut masih sangat tertinggal, tidak ada foreign company listed di BEI.
"Kalau kita lihat Singapura mereka punya 350 perusahaan asing, Malaysia ada 9, Filipina juga, Thailand 2, kita belum ada. Singapura itu separuh dari perusahaan yang tercatat di sana itu foreign company," sebutnya.
Samsul berencana akan melakukan pilot project untuk menerapkan bisnis model ini. Nantinya, yang akan dijadikan pilot project adalah perusahaan-perusahaan orang Indonesia yang beroperasi di luar negeri.
"Nah ini pilot project nya, ada beberapa perusahaan sebenarnya milik orang Indonesia tapi beroperasi di negara lain, nah mereka bisa jadi pilot project," katanya.
Dengan begitu, Samsul menyebutkan, memberikan kesempatan bagi masyarakat Indonesia untuk berinvestasi di saham perusahaan asing.
"Jadi uang kita diinvestasikan di sana. Jadi, perusahaan-perusahaan Plc kayak Apple misalnya. Jadi mereka tahu, baca laporan keuangannya, mereka bisa saja beli di sana tapi kan agak repot, mending di sini. Untungnya bagi perusahaan dapat duit, dapat devisa, foreign income," tuturnya.
Samsul menambahkan, dengan kapitalisasi pasar bursa Indonesia saat ini, dinilai mumpuni untuk perusahaan asing mencatatkan sahamnya di BEI.
"Dengan kapitalisasi pasar kita sudah mumpuni buat mereka listed di sini," kata Samsul.
(drk/ang)











































