"Dalam top 50 ASEAN di Manila, Indonesia hanya ada 2 perusahaan yang masuk yakni Bank Danamon dan Bank CIMB Niaga. Kita hanya dua, perusahaan Thailand ada 23 perusahaan," kata Nurhaida saat peluncuran Pedoman Tata Kelola Perusahaan Terbuka di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (17/11/2015).
Meski hanya dua perusahaan yang masuk kategori GCG terbaik, menurutnya ada puluhan emiten-emiten yang sudah masuk kategori cukup baik di ASEAN dalam penerapan GCG.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal lain yang membuat hanya ada 2 perusahaan asal Indonesia, yakni penerapan standar CGC yang sedikit berbeda dengan negara ASEAN lain.
"Kaya penilaian juri kan dari website perushaan. Sementara keterbukaan informasi kita di web perusahaan masih Bahasa Indonesia, ini mungkin yang jadi pertimbangan. Kita sudah baik sebenarnya," katanya.
Nurhaida melanjutkan, OJK bahkan telah menyusun program kursus (coaching) untuk emiten-emiten yang nilainya 80 ke atas dalam penilaian GCG ASEAN.
"Nanti ada coaching khusus buat emiten kita yang potensial. Yang sebenarnya bagus tapi tak masuk 50 terbaik, harapan saya tahun depan paling tidak ada 10 emiten kita yang masuk sebagai yang terbaik di ASEAN," pungkasnya.
(ang/ang)











































