Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini melemah. Dolar AS berada di Rp 13.840 dibandingkan posisi pada perdagangan kemarin sore Rp 13.772.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG turun 19,373 poin (0,43%) ke level 4.526,490 akibat maraknya sentimen negatif yang beredar. Saham-saham unggulan jadi sasaran aksi jual.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG turun tipis 4,794 poin (0,11%) ke level 4.541,069 di tengah pergerakan yang lesu. Investor asing memilih untuk melepas saham lagi.
Hanya dua sektor yang bisa menguat, yaitu konsumer dan infrastruktur. Delapan sektor lainnya terkena tekanan jual.
Menutup perdagangan, Kamis (3/12/2015), IHSG menipis 8,481 poin (0,19%) ke level 4.537,382. Sementara Indeks LQ45 berkurang 1,150 poin (0,15%) ke level 783,838.
Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 442,488 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 189.318 kali dengan volume 3,370 miliar lembar saham senilai Rp 3,904 triliun. Sebanyak 82 saham naik, 177 turun, dan 85 saham stagnan.
Bursa-bursa regional rata-rata ditutup menguat menutup perdagangan sore ini. Hanya pasar saham Hong Kong yang menemani BEI di zona merah.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:
- Indeks Nikkei 225 naik tipis 1,77 poin (0,01%) ke level 19.939,90.
- Indeks Hang Seng turun 62,68 poin (0,28%) ke level 22.417,01.
- Indeks Komposit Shanghai melonjak 47,92 poin (1,35%) ke level 3.584,82.
- Indeks Straits Times naik 2,90 poin (0,10%) ke level 2.886,54.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Merck (MERK) turun Rp 500 ke Rp 128.000, United Tractor (UNTR) turun Rp 450 ke Rp 16.100, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 350 ke Rp 5.200, dan Indofood CBP (ICBP) turun Rp 300 ke Rp 12.675.
(ang/rrd)











































