Ketua OJK Kenalkan SimPel dan Laku Pandai Hingga ke Pelosok Kaltim

Ketua OJK Kenalkan SimPel dan Laku Pandai Hingga ke Pelosok Kaltim

Lani Pujiastuti - detikFinance
Selasa, 15 Des 2015 12:06 WIB
Ketua OJK Kenalkan SimPel dan Laku Pandai Hingga ke Pelosok Kaltim
Foto: Lani/detikFinance
Balikpapan - Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad hari ini blusukan hingga ke ke Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Muliaman datang untuk meluncurkan Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai) pertama yang dilakukan Bank Pembangunan Daerah (BPD) yaitu oleh BPD Kaltim. Acara bertempat di SMA Negeri 1 Samboja, bersamaan dengan peluncuran produk SimPel (Simpanan Pelajar) BPD Kaltim.

Muliaman kenalkan program Laku Pandai bisa diikuti oleh ibu rumah tangga, penjual pulsa, pensiunan, apapun profesinya bisa menjadi agen Laku Pandai. Muliaman menargetkan tahun depan jumlah agen Laku Pandai akan berlipat dari tahun ini 30.000 orang menjadi 300.000 orang pada 2016 mendatang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami targetkan dari tahun ini ada 30.000 agen menjadi 300.000 agen tahun depan. Siapa agen itu? Boleh siapa saja. Boleh warung, tukang pulsa, pensiunan, ibu rumah tangga, siapa saja. Di Papua, ada salah satu agen yang berprofesi sebagai bidan. Selain kegiatan pokoknya sebagai bidan, bisa menjalani tugas sebagai agen," kata Muliaman dalam Launching Laku Pandai dan SimPel di SMAN 1 Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Selasa (15/12/2015).

Muliaman menjelaskan, sangat mudah syarat menjadi agen. Pertama, agen harus jadi menjadi nasabah bank yang terdaftar di OJK menjadi pelaksana Laku Pandai. Calon agen hanya perlu datang ke bank untuk mendaftar dan akan dijelaskan layanan perbankan yang bisa dilakukan dengan Laku Pandai. Agen akan menjangkau masyarakat yang tinggal di daerah yang jauh dari bank.

"Agen itu khusus buat daerah yang warganya harus naik kendaraan umum karena jauh dari bank. Tidak perlu ada kantor. Datang ke agen bisa bayar pulsa, listrik, air dan lainnya. Bisa menabung dan transfer," jelas Muliaman.

Dengan adanya agen, kata Muliaman, masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke bank untuk bertransaksi. Bank pun lebih efisien melayani nasabah.

"Nggak perlu rapi-rapi mandi dulu. Bisa bangun tidur langsung nabung. Kalau bank semakin banyak punya agen, sebetulnya lebih efisien. Bank tidak perlu punya pegawai bank tidak perlu digaji bulanan. Agen dibayar berdasarkan transaksi yang dilakukan," ujarnya.

Bank, kata Muliaman, hanya perlu mendidik agen. Seorang agen hanya boleh menjadi agen untuk satu bank. Tidak boleh satu orang menjadi agen beberapa bank.

"Kalau tahun depan kita targetkan lebih banyak agen baru, layanan bank bisa dilakukan secara murah dan efisien. Dengan kehadiran agen sangat mendekatkan layanan keuangan. Tidak hanya simpan menyimpan uang atau pembayaran tetapi nantinya bisa dapat layanan pembiayaan," ujar Muliaman.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads