Bank sentral China pada Desember 2015 melakukan intervensi dengan menggelontorkan cadangan devisa sebesar US$ 108 miliar untuk mengerem penurunan tajam atas mata uang yuan.
Β
Secara total, cadangan devisa bank sentral China turun US$ 500 miliar selama tahun 2015.
Demikian dilansir CNN.com, Kamis (7/1/2016).
Penurunan tajam atas yuan membuat para investor menarik uangnya dari negeri Tirai Bambu tersebut dan menempatkan dananya di luar negeri, baik melalui real estate asing, karya seni, saham, dan obligasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nilai tukar yuan terhadap dolar AS tercatat merosot hampir 6% sejak Agustus 2015. Ini terjadi karena bank sentral China sengaja melemahkan mata uangnya yang sudah teralu kuat.
Untuk mengantisipasi agar tidak banyak dana keluar dari China akibat yuan yang terus menurun, China membatasi masyarakat untuk bisa menarik dananya, yaitu hanya US$ 50.000 per tahun.
China sengaja membatasi penarikan uang agar tidak banyak dana aliran keluar dari China.
(drk/hns)











































