Berdasarkan data perdagangan Reuters, dolar AS pagi tadi dibuka melemah di posisi Rp 13.796, dibandingkan penutupan perdagangan pada akhir pekan lalu yang berada di posisi Rp 13.822.
Namun, dolar AS terus bergerak naik. Hingga pukul 11.45 WIB, dolar AS bertengger di posisi tertingginya di Rp 13.850.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah merosot tajam hingga ke level US$ 27 per barel, harga minyak mulai naik. WTI Crude Oil mengalami rebound hingga US$ 32.19.
Meski demikian, masih perlu diwaspadai fluktuasi harga minyak dunia. Perlambatan ekonomi China juga bisa menjadi salah satu hambatan penguatan rupiah.
Di sisi lain, kepastian suku bunga sentral AS The Federal Reserve (the Fed) akan menggerakkan volatiltas rupiah.
(drk/hns)











































