Unido: Performans Industri RI Paling Buruk se-Asean
Selasa, 08 Mar 2005 16:45 WIB
Jakarta - Performans industri Indonesia berdasarkan survey dari UNIDO (United Nations Industrial Development Organisation) merupakan terburuk dibandingkan negara-negara Asean lainnya. Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Unido Carlos Magarinov di Hotel Grand Melia, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Selasa (8/3/2005). Unido merupakan badan khusus PBB yang berfungsi meningkatkan proses industrialisasi di negara-negara berkembang. Kedatangan Unido sendiri untuk pemberian country service framework for Indonesia (CSFI) tahap II. Performans industri Indonesia juga dinilai Unido relatif lambat dibandingkan negara Asen lainnya. Ia mencontohkan Malaysia pada tahun 1990 berada di urutan ke-40, namun pada tahun 2000 sudah berada di urutan 15. Demikian pula Thailand yang pada tahun 1990 berada di peringkat 47, namun pada tahun 2000 sudah berada di peringkat 23. Namun Indonesia pada 1990 berada di peringkat 54 dan pada 2000 masih di peringkat 38. Peringkat Unido dilakukan setiap 10 tahunan.Survey yang dilakukan Unido ini dengan menghitung daya saing dengan melihat share medium index technology terhadap nilai tambah manufaktur, sumbangan ekspor terhadap PDB dan upah buruh terhadap PDB. Unido menyarankan lima sektor yang harus didorong untuk memperbaiki performans industri Indonesia tersebut yakni perbaikan keahlian, PMA per kapita, infrastruktur, royalti yang dihasilkan investasi per kapita dan reseearch and development (RND). Unido menurut Carlos akan mengalokasikan dana sebesar US$ 10 juta untuk perkembangan industri di Idnonesia. Tahun lalu penempatan dana Unido hanya US$ 8 juta. Namun menurut Carlos kemungkinan angka itu akan bertambah sesuai dengan rekomendasi dari menteri perindustrian.Menanggapi hasil survey itu, Menperin Andung Nitimihardja mengatakan bahwa sebenarnya peringkat Indonesia sudah membaik, namun tetap harus mengejar ketinggalan dibandingkan negara Asean lainnya. Mengenai CSFI tahap II, Andung mengharapkan bisa segera dilaksanakan mengingat dukungan Unido masih diperlukan untuk sejumlah industri di Indonesia khususnya membantu rehabilitasi daerah yang terkena bencana tsunami. Andung menghargai bantuan Unido untuk pembangunan kapasitas terhadap industri di Idnonesia dalam hal peningkatan kemampuan untuk mendesain dan mengembangkan industri pembuatan rumah murah, bantuan sanitasi, pembangunan hidropower, sektor perikanan dan UKM di daerah terkena bencana.
(qom/)











































