Kenaikan pada Jumat kemarin merupakan yang terkuat sejak September 2015 lalu. Wall Street memang naik turun cukup lincah di awal tahun ini karena dipengaruhi anjloknya harga minyak.
"Sentimen yang ada sekarang telah mengarah ke skenario negatif. Dalam jangka pendek, saya tidak yakin sentimen akan berbaliik. Apa yang akan terjadi bila ternyata tidak ada resesi? Apa yang terjadi bila ekonomi China ternyata stabil, dan The Fed tidak menaikkan suku bunga acuannya secara agresif?" kata Analis, Michael Church, dilansir dari Reuters, Jumat (30/1/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada perdagangan Jumat, indeks Dow Jones naik 2,47% ke 16.466,30. Indeks S&P500 naik 2,48% ke 1.90.24. Sementara indeks Nasdaq naik 2,38% ke 4.613,95/
Dalam sepekan ini, Dow Jones naik 2,3%, S&P naik 1,7%, dan Nasdaq naik 0,5%.
Ada 10 miliar lembar saham yang ditransaksikan, di atas rata-rata harian sebanyak 8,3 miliar lembar saham dalam 20 hari terakhir.
(dnl/dnl)











































