Sampai Kapan Dolar AS Akan Melemah?

Sampai Kapan Dolar AS Akan Melemah?

Muhammad Idris - detikFinance
Rabu, 10 Feb 2016 14:18 WIB
Sampai Kapan Dolar AS Akan Melemah?
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) melemah terhadap banyak mata uang negara lain, termasuk rupiah. Saat dibuka pagi tadi, dolar AS melemah di posisi Rp 13.581, dibandingkan posisi pada perdagangan kemarin sore di Rp 13.611.

Hingga siang ini, dolar AS terus melemah hingga ke kisaran Rp 13.415.

Chief Economist and Director for Investor Relation Bahana TCW Investment Management Budi Hikmat mengatakan, pelemahan ini merupakan reaksi kontraksi ekonomi di AS. Penurunan yield obligasi di Negara Paman Sam juga membuat dana investor 'kabur' ke negara-negara lain yang dianggap lebih menguntungkan. Hal tersebut membuat dolar AS tertekan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Rupiah itu kuat, kalau pun dia melemah itu karena dolarnya yang menguat, bukan karena ekonomi kita sedang jelek. Kebetulan di AS ekonomi  lagi tak bagus, dan yield obigasi juga banyak yang diturunkan, akhirnya dolar keluar ke negara-negara yang lebih menguntungkan," jelas Budi kepada detikFinance, Rabu (10/2/2016).

Menurut Budi, angka penjualan sejumlah perusahaan AS mengalami penurunan drastis dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini mendorong permintaan terhadap dolar AS semakin menurun.

"Coba lihat perusahaan-perusahaan tekhnologi AS semakin lagi nggak bagus penjualannya dari tahun-tahun lalu sekarang. Lihat saja penjualan kaya Microsoft yang lagi jelek-jeleknya. Ini jadi kekhawatiran yang dorong orang pindahkan dananya ke luar AS," jelasnya.

Meski demikian, Budi melihat, volatilitas dolar ini tidak akan berlangsung lama. Jika ekonomi membaik, dolar akan kembali menguat, karena ini juga yang terjadi pada mata uang negara lain terhadap dolar AS.

"Bukan cuma rupiah, mata uang negara lain juga sama. Artinya yang melemah itu ekonomi di AS, kita stabil. Kalau nanti dolar AS naik lagi juga bukan berarti ekonomi kita jelek. Ini hanya pengaruh short time," kata Budi. (drk/drk)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads