Saat Bos Danantara Bandingkan Harga Saham RI dengan Tesla

Saat Bos Danantara Bandingkan Harga Saham RI dengan Tesla

Andi Hidayat - detikFinance
Minggu, 01 Feb 2026 18:45 WIB
Saat Bos Danantara Bandingkan Harga Saham RI dengan Tesla
CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani - Foto: detikcom/Ilyas Fadilah
Jakarta -

Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara), Rosan Roeslani, turut menyoroti proses pembentukan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Menurutnya, naiknya harga saham yang tinggi merupakan hal wajar sepanjang emiten terkait memiliki valuasi dan Profitability Index (PI) yang besar.

Ia pun membandingkannya dengan proses terbentuknya harga saham milik Elon Musk yang terdaftar di pasar saham Nasdaq, yakni Tesla. Menurutnya, pembentukan harga saham Tesla yang tinggi wajar terjadi mengingat perusahaan tersebut memiliki valuasi dan PI yang berada di atas perusahaan-perusahaan lainnya.

"Harga yang tinggi pun adalah yang wajar, kita bisa lihat perbandingannya. Misalnya, contohnya Tesla, itu valuasinya, PI-nya itu jauh di atas perusahaan-perusahaan yang sudah, perusahaan-perusahaan kendaraan motor yang sudah exist sebelumnya. Valuationnya is very very high, that's fine," ungkap Rosan dalam acara Dialog Pelaku Pasar Modal di Main Hall BEI, Jakarta, Minggu (1/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sama halnya di Indonesia, menurutnya harga saham yang tinggi menjadi wajar jika valuasi dan PI-nya setara. Ia pun menekankan, harga saham di BEI harus murni berasal dari supply dan demand.

ADVERTISEMENT

"Selama itu murni dari pembentukan harga pasar, berapapun nilainya, itu tidak akan menjadi masalah. Mau nilainya sangat tinggi pun tidak ada masalah. Karena kenapa? Begitu pembentukan harga pasar itu murni dari pasar, sehingga faktor likuiditas tidak akan menjadi faktor isu, tidak menjadi faktor yang menimbulkan isu ke depannya," jelasnya.

Rosan meyakini diskusi BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan MSCI besok dapat berlangsung dengan baik. Dengan begitu, kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia bisa terus tumbuh.

"beberapa hal yang sangat-sangat positif, yang memang itu bukan hanya harapan dari indeks luar negeri, MSCI, dan lain-lain, tapi intinya adalah harapan dari para investor dalam dan juga luar negeri," ujar dia.

(kil/kil)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads