Indeks Dow Jones dan S&P 500 negatif dalam 4 hari berturut-turut. Saham material dan energi menjadi saham dengan penurunan terbesar.
"Pasar menguat (di awal perdagangan) karena Janet Yellen mengonfirmasi fakta, The Fed akan menaikkan suku bunga dengan sangat lambat, karena ekonomi memperlihatkan tanda-tanda datar. Namun mungkin yang dia maksud adalah ekonomi lebih lambat dari yang kita kita," kata Analis, Peter Tuz, dilansir dari Reuters, Kamis (11/2/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada sekitar 9,1 miliar lembar saham yang ditransaksikan, di bawah rata-rata harian sebanyak 9,6 miliar lembar saham.
Sejak awal tahun, Wall Street lesu, di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi dunia dan AS. Indeks Dow Jones dan S&P 500 turun sekitar 9% sepanjang 2016, sementara Nasdaq turun sekitar 14%. (wdl/wdl)











































