Ketika saya talkshow dalam rangkaian roadshow ke 9 kota di seluruh Indonesia menerangkan tentang Perencana Keuangan dan Mengelola Keuangan usaha untuk UMKM, saya sering kalau mendengar orang tertawa ketika saya menyebut produk SukRi ini. Yes memang namanya terdengar aneh. Sebelum kita masuk ke penjelasan apa itu Sukuk Ritel, akan lebih baik bila saya Tarik mundur untuk menjelaskan apa sebenarnya produk awal dari produk yang namanya lucu ini?
Sebelum masuk ke SukRi mari kita bahas sedikit tentang surat utang. Ketika sebuah perusahaan membutuhkan dana tambahan segar untuk mengembangkan dan mengelola perusahaannya, maka mereka bisa meminjam ke bank. Kalau ternyata karena satu dan lain hal mereka tidak bisa meminjam ke bank maka mereka punya opsi untuk meminjam ke masyarakat dengan cara mengeluarkan surat utang. Surat utang ini kemudian dikenal dengan nama obligasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk Muslim (pemeluk agama Islam) terbesar di dunia. Maka untuk memenuhi kebutuhan tersebut dikeluarkan juga SUN yang berbasis syariah, yang dikenal dengan sebutan sukuk, atau sukuk negara. Jadi sukuk di Indonesia adalah surat utang atau obligasi yang diterbitkan oleh negara Republik Indonesia berbasis syariah.
Sementara itu SukRi adalah Surat Utang Negara berbasis syariah (sukuk) yang kemudian dijual ke nasabah ritel (masyarakat umum), dengan minimum investasi per Sukrinya dijual di harga Rp 1 juta saja. Jadi bisa dikatakan Sukri itu mirip dengan ORI (Obligasi Ritel Indonesia) tapi berbasis syariah.
Produk keuangan berbasis syariah akan menghilangkan unsur yang bertentangan dengan syariah dalam produknya, seperti Bunga-Riba, Gharar dan Maisir. Karena konsep Sukri ini berbasis syariah, maka Sukri tidak memberikan bunga melainkan imbal balik. Adapun akad yang dipergunakan bisa bermacam-macam seperti akad bagi hasil, sewa menyewa, sale and lease back, dan lain sebagainya.
Yang membedakan surat utang konvensional dengan berbasis syariah, biasanya dalam surat utang syariah terdapat aset yang akan menjadi underlying asset dari transaksi diterbitkannya surat utang tersebut.
Pada akhirnya, bila kita perhitungkan imbal balik dari Sukri biasanya apabila disetarakan dengan persentase suku bunga maka hasilnya tidak berbeda jauh dengan suku bunga yang ada, terutama harus di atas BI Rate atau deposito. Mengapa? Karena kalau imbal baliknya lebih rendah, secara logika orang akan lebih memilih menempatkan dana mereka di produk perbankan seperti deposito.
Apabila anda berminat untuk membeli Sukri ini anda harus menghubungi agen penjual uang yang sudah mendapat penunjukan dari pemerintah. Agen penjual ini bisa berupa bank atau perusahaan sekuritas.
Oh iya, Sukri ini dijual dengan jangka waktu jatuh tempo 3 tahun ya. Jadi pastikan anda akan berinvestasi selama 3 tahun dulu, meskipun katanya bisa dijual kembali kapan saja sebelum jatuh tempo, tapi harga jugal akan sangat tergantung kepada kondisi pasar saat itu. Anda juga bisa menggunakan jasa agen penjual yang beberapa memberikan kapastian buyback apabila anda ingin menjual kembali Sukri anda.
Kembali kepada hasil investasi atau imbal balik yang sedikit saja di atas nilai inflasi rata-rata di Indonesia, menyebabkan saya sering bertanya-tanya apakah produk ini memang layak untuk dipakai sebagai kendaraan investasi, mengingat kenaikan biaya hidup setiap tahun nilainya jauh lebih tinggi dibandingkan angka inflasi yang diberikan pemerintah dan jauh di atas imbal balik dari Sukri-Sukri yang sudah pernah diterbitkan sebelumnya.
Itulah sebabnya sangat disarankan agar anda kembali melakukan perhitungan dengan detil sebelum memutuskan membeli produk investasi ini. Lakukan perbandingan dengan produk keuangan lain dari segi keamanan, kenyamanan, likuiditas. maupun return-nya.
Apabila anda tidak paham produk keuangan lainnya, anda bisa cari tahu dulu di workshop-worshop yang ada seperti yang tanggal 19 dan 20 Maret di sini dan di sini. Atau akhir bulan di tanggal 30 dan 31 Maret dengan informasi di sini dan di sini. (wdl/wdl)











































