"Reksadana pasar uang dengan Rp 100.000 sudah bisa buka rekening, seperti tabungan. Tujuannya adalah bagaimana supaya reksa dana pasar uang bisa menjadi gaya hidup seperti menabung," ujar Legowo di sela-sela acara penghargaan Asia Asset Management Award di Hotel Four Seasons Hong Kong, Selasa (15/3/2016).
Menurut Legowo, karena setoran awalnya cukup terjangkau, MAMI pernah mengedukasi dan menawarkan reksa dana pasar uang ke sopir taksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Permintaan itu pun disanggupi. Singkat cerita, edukasi reksa dana ke sopir-sopir perusahaan taksi tersebut berjalan pada akhir 2014 lalu. Saat ditanya identitas perusahaan taksi itu, Legowo enggan menjelaskan.
Dia hanya menyebut, perusahaan taksi besar yang selama ini sudah dikenal luas.
"Kebetulan kami menawarkan ke berbagai institusi, dan perusahaan taksi itu menyambut. Kami datangi ke pool, sopir-sopirnya yang habis narik kita edukasi," ujar Legowo.
MAMI mengenalkan produk reksa dana pasar uang kepada para sopir taksi. Menurut Legowo, reksa dana pasar uang cocok dikenalkan kepada calon investor karena memiliki konsep seperti tabungan.
Menurutnya, setelah mengenalkan produk reksa dana pasar uang, cukup banyak para sopir dari perusahaan sopir taksi tersebut yang membuka rekening.
"Cukup banyak juga yang tertarik dan buka rekening," kata Legowo.
Selain kepada sopir taksi, edukasi juga dilakukan ke pelajar SMA dan mahasiswa. Salah satunya pernah dilakukan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Saat itu, dilakukan edukasi ke 5.300 mahasiswa, dan 4.500 nasabah langsung membuka rekening reksa dana pasar uang.
"Itu langsung masuk MURI. Selain itu, saat ini kami sudah melakukan 2.800 edukasi reksa dana melalui tatap muka hingga media sosial," kata Legowo. (hns/drk)











































