Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menilai, penguatan dolar AS terjadi karena berbagai faktor. Dari eksternal, ada pengaruh rencana bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) untuk kembali menaikkan tingkat suku bunga acuannya.
Sementara di internal, banyak perusahaan membayarkan dividennya. Ini membuat kebutuhan dolar AS meningkat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, kondisi demikian merupakan hal yang wajar. Di kuartal III-2016, pergerakan dolar AS diproyeksi akan lebih lunak dan rupiah akan kembali stabil.
"Nggak apa-apa. Kita harapkan ini bisa kita hadapi, dan memasuki kuartal ketiga ini sudah jauh lebih tenang," katanya. (drk/feb)











































