Kenaikan laba bersih tersebut disebabkan oleh peningkatan pendapatan bunga bersih menjadi Rp 5,81 triliun dan peningkatan pendapatan non-bunga menjadi sebesar Rp 1,46 triliun, yang masing-masing tumbuh sebesar 4,8% dan 24,1% dari pencapaian pada periode yang sama tahun lalu, serta penurunan pada biaya pencadangan sebesar 7,9% Y-o-Y.
Presiden Direktur CIMB Niaga, Tigor M. Siahaan mengatakan, di tengah tantangan situasi usaha, sejumlah bisnis unggulan perseroan pada semester pertama tahun 2016 menunjukkan peningkatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami juga terus mengontrol biaya operasional yang berhasil turun 1,2% Y-o-Y. Selain itu, biaya pencadangan untuk kredit bermasalah juga secara bertahap membaik," ujarnya dalam keterangan tertulis yang dikutip detikFinance, Jumat (29/7/2016).
Dengan total aset mencapai Rp 239,38 triliun per 30 Juni 2016, CIMB Niaga mempertahankan posisinya sebagai bank terbesar kelima di Indonesia dari sisi aset. Jumlah kredit bruto yang disalurkan tercatat menurun Y-o-Y menjadi sebesar Rp 175,34 triliun per 30 Juni 2016, seiring dengan strategi CIMB Niaga yang menerapkan pertumbuhan konservatif.
Walaupun terjadi perlambatan pertumbuhan kredit CIMB Niaga, sejumlah segmen bisnis mencatatkan performa yang baik. Personal dan multipurpose loans tercatat mengalami kenaikan sebesar 9,2% Y-o-Y melalui produk unggulan X-tra Dana, sedangkan segmen kartu kredit menghasilkan pertumbuhan saldo kredit sebesar 25,5% Y-o-Y menjadi Rp 7,18 triliun.
Pada akhir Juni 2016, jumlah kartu kredit CIMB Niaga yang beredar mencapai lebih dari 2,1 juta, meningkat 13,4% dibandingkan tahun lalu. Saat ini, CIMB Niaga tercatat sebagai pemain terbesar ketiga di pasar kartu kredit di Indonesia.
CASA tumbuh 5,7% Y-o-Y menjadi Rp 93,21 triliun per 30 Juni 2016, dengan rasio CASA meningkat 457 basis point (bps) Y-o-Y menjadi 51,99%. Loan to Deposit Ratio (LDR) CIMB Niaga tercatat sebesar 96,54% per akhir Juni 2016, dibandingkan posisi 95,81% pada periode yang sama tahun lalu.
CIMB Niaga telah ditunjuk Pemerintah Republik Indonesia sebagai bank persepsi dan gateway untuk menampung dana hasil repatriasi para wajib pajak yang ikut program tax amnesty di Indonesia.
"Dengan tambahan likuiditas dari program ini, kemampuan perbankan nasional termasuk CIMB Niaga untuk menyalurkan kredit ke berbagai sektor akan semakin meningkat," tambah Tigor.
Per 30 Juni 2016, 93,87% dari total transaksi nasabah Perbankan Konsumer telah dilakukan melalui layanan digital banking seperti CIMB Clicks, Go Mobile, ATM, dan Rekening Ponsel, terutama diakibatkan meningkatnya jumlah nasabah yang memanfaatkan produk dan layanan digital secara umum: (a) Jumlah pengguna CIMB Clicks tumbuh 14,6% Y-o-Y mencapai 1,1 juta pengguna, (b) Pengguna Go Mobile mencapai 1,2 juta pengguna, naik 32,5% Y-o-Y, dan (c) Jumlah pengguna Rekening Ponsel meningkat 81,2% Y-o-Y menjadi 1,7 juta pengguna hingga akhir Juni 2016.
Dari sisi Perbankan Syariah, Unit Usaha Syariah CIMB Niaga (CIMB Niaga Syariah) mencatatkan penyaluran pembiayaan sebesar Rp 8,31 trilliun (tumbuh 26,7% Y-o-Y) serta perolehan DPK sebesar Rp 9,36 trilliun (tumbuh 18,3% Y-o-Y) per 30 Juni 2016.
Capital Adequacy Ratio (CAR) CIMB Niaga meningkat Y-o-Y menjadi 17,62% per 30 Juni 2016.
"Kami akan terus meningkatkan aset secara selektif dengan fokus penting pada pengelolaan biaya dan kualitas aset. Kami memulai tahun 2016 dengan hasil positif dan melihat potensi gradual improvement pada semester kedua tahun ini," tambah Tigor. (drk/ewi)











































