Peningkatan laba ditopang dari pendapatan yang meningkat. PT PP Properti Tbk berhasil mendulang pendapatan Rp 973,77 miliar pada semester I 2016, naik 35% dibandingkan realisasi pada periode sama tahun Ialu Rp 719,82 miliar.
Direktur Utama PP Properti, Taufik Hidayat, mengatakan naiknya pendapatan perusahaan ditopang oleh penjualan realti (apartemen) yang naik 37% menjadi Rp 913,66 miliar dibandingkan Rp 668,78 miliar pada semester I tahun Ialu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami bersyukur masih mampu membukukan pertumbuhan kinerja di semester pertama tahun ini di tengah kondisi pasar properti yang melambat sejak tahun Ialu akibat penambatan pertumbuhan ekonomi nasional. Kami bertekad untuk melanjutkan kinerja positif ini ke depannya," ungkap Taufik, di Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Selasa (2/8/2016).
Taufik mengatakan, pendapatan properti (recurring income) perseroan tumbuh 18% menjadi Rp 60.1 miliar sepanjang semester I tahun ini dari periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 51,04 miliar, dari Hotel dan Mall yang dimmki PP Properti.
Ia mengatakan hingga kini, PP Properti telah mencatatkan kinerja penjualan separuh dari target pada tahun ini senilai Rp 2,03 triliun. Adapun, target marketing sales perseroan dipatok sebesar Rp2,5 triliun pada tahun ini.
"Kami optimistis kinerja sepanjang paruh pertama tahun ini dapat berlanjut pada semester kedua seiring adanya kebijakan tax amnesty yang dapat mengundang aliran dana dari luar negeri masuk ke dalam negeri serta kebijakan Pelonggaran loan to value dari Bank Indonesia," papar Taufik.
Proyek Properti
Sementara itu, Ia mengatakan pembangunan proyek lainnya akan terus dilanjutkan. Pembangunan proyek-proyek unggulan pada semester kedua tahun ini seperti apartemen jalan Margonda, Depok yang menyasar pasar mahasiswa dan di jalan pemuda surabaya agar selesai tepat waktu.
"Kami fokus tetap pada middle market, middle dan middle low, yang kedua kami juga terus berinovasi pada land bank yang sudah ada di Grand Kamala Lagoon di tower 3 dan 4, dua produk yang segera kami launching. Apartemen khusus mahasiswa yang bekerjaama dengan BNN, konsep student apartemen bebas narkoba di depok, akan segera di launching," ujar Taufik.
Selanjutnya, PP Properti juga akan membangun sejumlah properti komersil di Surabaya dan Bekasi senilai Rp 600 M. Dana investasi tersebut dibagi untuk mal di Surabaya Rp100 miliar, di Grand Dharmahusada Lagoon, Rp150 miliar untuk mal di Grand Sungkono Lagoon, dan Rp300 miliar di Grand Kamala Lagoon.
"Tahun depan hotel di Balikpapan kita akan rebranding dan develop lagi, dari Rp600 miliar itu kita anggarkan Rp150 miliar. Untuk di Surabaya baru selesai groundbreaking," ujar Direktur Keuangan dan Sektetaris Perusahaan PP Properti Indaryanto. (hns/hns)











































