Akibatnya, perusahaan harus kerja keras mengejar sisa target perolehan kontrak yang belum terealisasi.
Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, perseroan akan membidik berbagai proyek infrastruktur pemerintah. Hal ini dikarenakan pemerintah tengah giat melakukan pembangunan infrastruktur hingga 2018.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Diharapkan dari pemerintah kontrak tambah. Kita harapkan mostly pemerintah. Namun demikian tender-tender pemerintah sekarang terus jalan," jelas Corporate Secretary Adhi Karya Ki Syahgolang Permata saat jumpa pers usai RUPS III Adhi Karya di kantornya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (5/8/2016).
Bila dibandingkan dengan perolehan kontrak baru di periode yang sama tahun 2015 sebesar Rp 6,1 triliun, maka perolehan kontrak baru hingga Juni tahun ini mengalami penurunan 1,66%.
Lebih lanjut ia mengatakan, dengan perolehan kontrak baru pada semester I-2016 yang dianggap masih jauh dari target, maka perusahaan juga berencana melakukan revisi ke bawah alias menurunkan target perolehan kontrak baru.
Meski belum memiliki gambaran akan seberapa besar pemotongan target akan dilakukan, namun ia mengaku bahwa langkah tersebut tengah dibahas di internal perusahaan.
"Perolehan kontrak mengalami penurunan dan belum sesuai target. Tahun ini target kontrak baru Rp 25 triliun, kemungkinan akan direvisi. Kita belum tahu berapa," tandas dia. (dna/dna)











































