Sementara nilai tukar rupiah sore ini melemah terhadap dolar AS. Posisi dolar AS sore ini berada di Rp 13.150 dibandingkan posisi pada perdagangan kemarin sore Rp 13.115.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 6,563 poin (0,12%) ke level 5.468,013 setelah kemarin naik tinggi. Investor waspada aksi ambil untung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG turun tipis 5,545 poin (0,10%) ke level 5.455,905 akibat aksi jual investor asing. Indeks masih bertahan di level 5.400.
Investor asing masih mengoleksi saham-saham perbankan. Namun aksi jual asing terjadi di saham-saham berbasis infrastruktur.
Menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (19/6/2016), IHSG turun 45,415 poin (0,83%) ke level 5.416,035. Sementara Indeks LQ45 melemah 11,034 poin (1,17%) ke level 931,407.
Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 530,392 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 275.369 kali pada volume 6,151 miliar lembar saham senilai Rp 7,766 triliun. Sebanyak 111 saham naik, sisanya 181 saham turun, dan 111 saham stagnan.
Bursa-bursa Asia menutup perdagangan akhir pekan rata-rata dengan menguat. Hanya pasar saham Hong Kong yang melemah.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:
- Indeks Nikkei 225 naik 59,81 poin (0,36%) ke level 16.545,82.
- Indeks Hang Seng melemah 85,94 poin (0,37%) ke level 22.937,22.
- Indeks Komposit Shanghai bertambah 3,99 poin (0,13%) ke level 3.108,10.
- Indeks Straits Times menguat 3,92 poin (0,14%) ke level 2,840.90.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Siloam (SILO) turun Rp 1.025 ke Rp 10.725, Matahari (LPPF) turun Rp 850 ke Rp 20.150, United Tractor (UNTR) turun Rp 700 ke Rp 16.800, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 500 ke Rp 11.600. (ang/dnl)











































