Akhir Tahun Ini, BEI dan Bursa Malaysia Bisa Saling Transaksi Saham

Akhir Tahun Ini, BEI dan Bursa Malaysia Bisa Saling Transaksi Saham

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Jumat, 16 Sep 2016 10:40 WIB
Akhir Tahun Ini, BEI dan Bursa Malaysia Bisa Saling Transaksi Saham
Foto: Ardan Adhi Chandra
Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menyepakati perjanjian kerja sama dengan Bursa Malaysia untuk dapat melakukan transaksi efek lintas negara atau cross border offering. Lewat cara ini, investor dari Indonesia bisa langsung membeli efek emiten Malaysia lewat broker Indonesia tanpa harus ke negara asalnya langsung, begitu juga sebaliknya.

BEI tengah menunggu persetujuan untuk dapat melakukan transaksi efek lintas negara dengan Malaysia yang nantinya juga diharapkan emiten Indonesia bisa dicatatkan (register) di Bursa Malaysia.

Emiten Malaysia yang ingin diperdagangkan efeknya di Indonesia juga bisa mendaftarkan namanya di BEI untuk menjaring lebih banyak investor Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau disetujui nantinya kami akan ada emiten kita sebagian yang bisa diakses datanya di bursa sana dan sebagian dari saham-saham Malaysia bisa dijual di sini," terang Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Samsul Hidayat di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (16/9/2016).

Skema transaksi efek lintas negara antara Indonesia dan Malaysia tetap melalui perantara pedagang efek atau broker di masing-masing negara. Selanjutnya, broker akan menghubungi broker negara tujuan untuk menyetujui transaksi yang sudah dipilih.

Kesepakatan transaksi efek lintas negara atau cross border offering diharapkan dapat direalisasikan akhir tahun ini.

"Ini inisiatif bursanya setelah itu tawarkan ke perusahaannya. Diregisterkan emitennya lalu beli saham Malaysia dari broker sini kemudian dieksekusi oleh broker Malaysia. Mudah-mudahan kecapaian ya di tahun ini," tutur Samsul.

Samsul juga menambahkan, dengan masuknya investor Malaysia ke pasar modal Indonesia dapat meningkatkan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Nilai kapitalisasi pasar modal Indonesia juga bisa bertambah.

"Kalau jumlah likuiditas naik kan impact ke valuasi. Kalau valuasi naik, market capital naik," tutur Samsul. (drk/drk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads