"Dalam dua bulan terakhir nilai transaksi yang ada di pasar saham rata-rata menjadi Rp 8,3 triliun. Tahun lalu rata-rata nilai transaksi harian Rp 5,7 triliun per hari. Dari awal tahun sampai Juni sekitar Rp 6 triliun. Setelah ada tax amnesty rata-rata menjadi Rp 8,3 triliun per hari," ujar Alpino, di Kantor Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), di Menara Bidakara 2, Jakarta Selatan, Kamis (6/9/2016).
Menurut Alpino rata-rata frekuensi transaksi perdagangan saham di dalam negeri juga meningkat dari sebelumnya 220.000 kali transaksi menjadi 250.000 kali transaksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini nilai transaksi per hari didominasi oleh domestik yaitu 65% berbanding 35%. Ia menyebut value, transksi teraktif dari domestik secara year to date (Ytd) dalam dua-tiga bulan terakhir didominasi domestik.
"Jumlah investor asing cuma sekitar 2%, 90% sisanya domestik ritel investor," kata Alpino.
"Rata-rata frekuensi bisa 275.000 target kita untuk tiga bulan terakhir rata-rata. Kita naik dari 220.000 jadi 250.000. Tahun depan bisa 275.000 per hari rata-rata. Proyeksi kita tahun ini kita harapkan rata 6,35 triliun value rata-rata per hari. Kita harapkan value rata-rata transaksi di atas 7,5 triliun tahun depan," tutup Alpino. (hns/hns)











































