Demikian disampaikan perseroan dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) seperti dikutip detikFinance, Senin (31/10/2016).
Turunnya laba perseroan tersebut disebabkan turunnya pendapatan usaha yang tercatat sebesar Rp 4,253 triliun di September 2016, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 4,658 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Naiknya beban usaha juga menggerus keuntungan perseroan. Tercatat, beban usaha naik menjadi Rp 391,453 miliar di September 2016 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 377,852 miliar.
Naiknya beban usaha tersebut menyebabkan laba usaha turun dari Rp 1,931 triliun menjadi Rp 1,555 triliun di September 2016.
Pada pos penghasilan lain-lain, pendapatan bunga dan investasi turun dari Rp 188,678 miliar menjadi Rp 165,422 miliar.
Perseroan juga mencatatkan rugi selisih kurs sebesar Rp 7,740 miliar. Padahal, pada periode yang sama tahun sebelumnya perseroan masih mencatatkan untung kurs sebesar Rp 148,802 miliar.
Pendapatan dividen juga turun dari Rp 2,276 triliun menjadi Rp 269,256 miliar. (drk/hns)











































