Artinya, ada peningkatan hingga 103,68% pada perolehan laba bersih perusahaan.
"Capaian laba bersih di 9 bulan tahun 2016 menunjukkan kinerja finansial ANTAM telah kembali on track untuk dapat memberikan profitabilitas dan imbal hasil yang baik kepada pemegang saham. Optimalisasi produksi dan penjualan serta efisiensi yang berkelanjutan termasuk peningkatan penjualan bijih nikel ke smelter dalam negeri akan semakin diintensifkan sehingga kinerja ANTAM akan semakin positif," kata Direktur Keuangan ANTAM, Dimas Wikan Pramudhito dalam keterangan tertulis, Senin (31/10/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Emas masih menjadi kontributor terbesar penjualan bersih ANTAM dengan nilai Rp4,36 triliun atau 68% dari total penjualan selama 9 bulan di tahun 2016. Feronikel menjadi kontributor terbesar kedua penjualan ANTAM, berkontribusi Rp 1,49 triliun atau 23% dari total penjualan. Penjualan bijih nikel ke smelter dalam negeri sudah berkontribusi Rp248 miliar atau 4% dari total penjualan. Pada belanja modal ANTAM tercatat sebesar Rp 841,8 miliar yang terdiri dari Rp 190,1 miliar untuk investasi rutin, Rp 642,2 miliar untuk investasi pengembangan dan Rp 9,5 miliar untuk biaya ditangguhkan.
Belanja modal untuk investasi pengembangan terutama digunakan untuk penyelesaian Proyek Perluasan Pabrik Feronikel Pomalaa (P3FP) dengan jumlah keseluruhan investasi Rp 561,7 miliar. (dna/hns)











































