Selama ini, Hillary Clinton memang menjadi calon presiden yang disukai oleh pelaku pasar saham, ketimbang Trump. Karena Trump dinilai tidak bersahabat dengan pasar keuangan. Trump tidak disukai karena kritik kasarnya kepada Gubernur Federal Reserve (The Fed), Janet Yellen, dan juga kritik kepada perjanjian perdagangan internasional.
Dilansir dari AFP, Kamis (3/11/2016), saham energi bergerak turun setelah munculnya data yang mengatakan stok minyak AS meningkat menembus rekor. Kemudian saham sektor teknologi juga melemah, seperti saham Amazon dan Alphabet selaku induk usaha Google.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada perdagangan Rabu (2/11/2016), indeks saham Dow Jones turun 0,4% ke 17.959,64. Indeks saham S&P 500 turun 0,7% ke 2.097,94. Indeks saham Nasdaq turun 0,9% ke 5.105,57.
Harga minyak produksi AS turun hampir 3% setelah munculnya data stok minyak AS yang naik ke 14,4 juta barel. Ini yang memicu penurunan saham-saham sektor energi. (wdl/wdl)











































