Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio meyakinkan, gejolak politik di dalam negeri tersebut tidak akan memberikan dampak negatif kepada transaksi di BEI.
Bahkan, gejolak politik saat pemilihan kepala daerah (Pilkada) hingga pemilihan presiden (Pilpres) juga tidak mampu memberikan sentimen negatif ke BEI khususnya ke Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kejadian politik, pemilu, dan apalagi cuma Pilkada tidak pernah berpengaruh," lanjut Tito.
Menurut Tito, pasar modal Indonesia saat ini lebih berpengaruh terhadap kondisi politik di Amerika Serikat (AS). Pasca menangnya Donald Trump dalam pemilu AS, gejolak terjadi di pasar keuangan dunia, juga di Indonesia.
Para investor asing banyak menarik dananya lantaran adanya rencana Trump memperbaiki ekonomi AS yang diikuti dengan rencana kenaikan suku bunga acuan AS Fed Fund Rate (FFR). Namun, sampai saat ini rencana tersebut masih belum pasti sehingga banyak investor asing yang berspekulasi.
"Psikologi benar terjadi Trump Effect, terjadi uncertainty, orang nggak berpikir jangka panjang jadi high cost. Fundamental semua saham commodity masih bagus, jadi kita nggak takut," tutur Tito. (drk/drk)











































