Cari Minyak di Luar Negeri, Anak Usaha Pertamina Ini Berencana IPO 2017

Michael Agustinus - detikFinance
Sabtu, 31 Des 2016 00:33 WIB
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Cadangan minyak Indonesia semakin menipis, saat ini tinggal 3,6 miliar barel. Di sisi lain, kebutuhan di dalam negeri semakin besar. Akibatnya, Indonesia makin tergantung pada impor minyak.

Dalam rangka mengamankan pasokan minyak ke dalam negeri, PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP), salah satu anak usaha Pertamina, terus berupaya menguasai cadangan-cadangan minyak di luar negeri.

Untuk mencari dana ekspansi ke luar negeri, rencananya PIEP bakal go public alias melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui skema Initial Public Offering (IPO) pada 2017.

"PIEP perlu go public untuk bisa menggalang kebutuhan dana pada saat nanti akan menambah aset blok-blok migas di luar negeri," kata VP Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro, kepada detikFinance di Jakarta, Jumat (30/12/2016).

PIEP akan melepas saham kepada publik setelah 2 anak usaha Pertamina lainnya, yaitu Tugu Pratama dan Patra Jasa. "Yang akan lebih awal Tugu Pratama dan Patra Jasa," ujar Wianda.

Pertamina belum dapat membeberkan persentase saham PIEP yang akan dilepas, target dana yang akan dihimpun, dan kapan persisnya PIEP bakal IPO. Semuanya masih difinalkan oleh Pertamina. "Persentase dan nilainya belum difinalkan. Belum ada target yang kami finalkan," ucapnya.

Untuk diketahui, PIEP yang baru berdiri 1,5 tahun lalu kini sudah mengelola aset di Aljazair, Irak, dan Malaysia. Di Lapangan MLN, Aljazair, PIEP menjadi operator. Sedangkan di Lapangan West Qurna I di Irak dan di Malaysia, PIEP berperan sebagai pemegang Hak Partisipasi (Participating Interest/PI) saja.

Total produksi minyak dan gas PIEP di Irak, Aljazair, dan Malaysia mencapai 120.000 barel oil equivalent per day (boepd), terdiri dari minyak 85.000 barel per hari (bph) dan gas 35.000 boepd.

PIEP membidik produksi migas hingga 650.000 boepd di 2025 dan 700.000 boepd di 2030, naik 5 kali lipat dibanding sekarang. Maka Pertamina akan semakin agresif mencaplok ladang-ladang migas di luar negeri demi ketahanan energi nasional. (wdl/wdl)