Bos BEI Kaget Perdagangan Saham Selalu Ramai Setiap Mau Tutup

Bos BEI Kaget Perdagangan Saham Selalu Ramai Setiap Mau Tutup

Danang Sugianto - detikFinance
Jumat, 10 Feb 2017 15:48 WIB
Bos BEI Kaget Perdagangan Saham Selalu Ramai Setiap Mau Tutup
Dirut BEI Tito Sulistio (kanan). Foto: Danang Sugianto/detikFinance
Jakarta - Bursa Efek indonesia (BEI) menyelidiki fenomena yang terjadi di pasar modal Indonesia. Setiap mau penutupan perdagangan, transaksi selalu mendadak ramai.

Setelah melakukan penyelidikan, Direktur Utama (Dirut) BEI Tito Sulistio, menemukan ada praktik marking the close yang membuat nilai transaksi melonjak di detik-detik terakhir perdagangan.

Karena sistem perdagangan BEI bersifat tertutup untuk pasar, sehingga sulit untuk mengetahui saham apa yang dipermainkan di menit-menit akhir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ternyata kalau dilihat di dunia, beberapa negara, memang kita tuh paling volatile (fluktuatif). Ada apa nih? Ternyata setiap preclosing kita tidak tahu kejadian yang terjadi di 10 menit terakhir," terangnya di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (10/2/2017).

Ternyata, kata Tito, di regional hanya pasar modal Indonesia yang seperti itu. Seperti Malaysia yang membuka setiap kejadian yang terjadi di menit-menit akhir.

"Sementara Thailand untuk mengantisipasi itu dengan melakukan random closing. Jadi 10 menit terakhir order saja masuknya. Tahu-tahu, dor, penutupan. Pasar tidak tahu bursa juga tidak tahu," imbuhnya.

Sistem Pra Penutupan atau Pre Closing adalah waktu 10 menit menjelang penutupan (15.50-16.00 JATS) setelah itu masuk Pasca Penutupan atau Post Closing (16.00-16.15 JATS).

Nah, pada waktu Pre Closing ini transaksi tidak bisa dilihat di monitor atau disebut para pelaku bursa dengan istilah pasar gelap. Pesanan akan 'adu kuat' antara investor yang mau jualan di bawah harga terakhir dengan pihak yang mau membeli setinggi-tinginya dengan volume yang terbanyak. (ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads