5 Sekuritas Asing Ini Diduga Banyak Jualan Saat Pre-Closing

5 Sekuritas Asing Ini Diduga Banyak Jualan Saat Pre-Closing

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 13 Feb 2017 12:53 WIB
5 Sekuritas Asing Ini Diduga Banyak Jualan Saat Pre-Closing
Foto: Ari Saputra
Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah memperketat pengawasan di 10 menit jelang penutupan atau pada saat pre-closing. BEI pun telah menemukan ada 5 anggota bursa (AB) atau perusahaan sekuritas yang diduga melakukan perdagangan mencurigakan saat pre-closing.

Menurut Direktur Perdagangan dan Anggota Bursa BEI, Alpino Kianjaya, kelima AB tersebut seluruhnya merupakan sekuritas asing. BEI pun kini tengah melakukan pengawasan ketat kepada para AB tersebut.

"Saya lihat asing. Saya akan enggak sebut tapi sudah identifikasi. Kita akan segera proses," terangnya di Gedung BEI, Jakarta, Senin (13/2/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemeriksaan BEI kepada lima AB asing tersebut guna ingin mengetahui maksud dari nasabahnya yang melakukan perdagangan di saat gelap gulita. Sebab selama periode pre-closing seluruh pelaku pasar tidak mengetahui transaksi yang terjadi.

"Kita mesti tahu persis alasan nasabahnya kenapa, kita enggak mau terulang lagi. Menurut saya sangat tidak transparan dalam kurun pre-closing selama 10 menit investor atau pelaku pasar tidak tahu apa-apa," imbuhnya.

Kendati begitu, Alpino menegaskan, bahwa BEI akan tegas dalam tindakan transaksi yang mencurigakan saat pre-closing. Jika terjadi permainan harga yang sering disebut marking the close maka BEI akan melakukan penindakan kepada AB yang bersangkutan.

"Enggak mau tahu asing atau lokal kita akan proses. Karena sangat tidak nyaman," tegasnya.

Untuk mengantisipasi hal itu, BEI kini tengah menyiapkan 2 opsi. Pertama BEI akan menerangi perdagangan saat pre-closing, sehingga seluruh pelaku pasar bisa melihat saham mana yang sedang ditransaksikan.

Jika itu tak cukup, maka BEI akan mengubah penentuan waktu penutupan secara acak (random closing) yang ditentukan selama periode pre-closing. Penentuan random closing ini lakukan secara acak oleh sistem, BEI pun tidak akan tahu kapan waktu penutupan perdagangan. (ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads