Melansir dari keterbukaan informasi, Kamis (23/2/2017), pendapatan perusahaan tambang itu juga tercatat turun 26,03% dari US$ 789,7 juta menjadi US$ 584,1 juta.
Penurunan kinerja tersebut sepertinya terimbas penurunan harga rata-rata nikel. Tercatat harga rata-rata realisasi nikel turun 22,37% dari US$ 9,52 per ton menjadi US$ 7,39 per ton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara jumlah aset INCO hingga akhir 2016 sebesar US$ 2,22 miliar. Jumlah tersebut turun 2,79% dari jumlah aset di 2015 sebesar US$ 2,28 miliar. Saham INCO hari ini juga tercatat turun 3% atau 80 poin ke level Rp 2.590 per saham. (dna/dna)











































