Kembangkan Blok Lemang, Sugih Energy Dapat Utang Rp 545 Miliar

Kembangkan Blok Lemang, Sugih Energy Dapat Utang Rp 545 Miliar

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 27 Feb 2017 13:13 WIB
Kembangkan Blok Lemang, Sugih Energy Dapat Utang Rp 545 Miliar
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - PT Sugih Energy Tbk (SUGI) dapat fasilitas pinjaman US$ 41 juta. Pendanaan tersebut berasal dari Mandala Funding Ltd (Caymans) yang telah disepakati pada 23 Februari 2017 lalu.

Direktur Utama Sugih Energy Supriyato menjelaskan, fasilitas pinjaman tersebut digunakan untuk menaikkan produksi wilayah kerja Lemang, khususnya lapangan Akatara. Sementara berdasarkan perjanjian pinjaman, nantinya pembayaran akan diambil dari hasil produksi minyak dan gas yang dihasilkan dari wilayah kerja Lemang.

"Jadi ini yang membanggakan kami, sebenanya pinjamannya seperti fasilitas project payment. Pembayarannya dari hasil project Lemang, itu menunjukan kepercayaan kepada Sugih Energy. Jadi kami optimistis aset Lemang ini benilai tinggi, dan memberikan keuntungan di masa depan," tuturnya di Gedung BEI, Jakarta, Senin (27/2/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

WIlayah kerja Lemang sendiri di garap oleh 3 perusahaan migas, di antaranya PT Hexindo Gemilang Jaya yang memiliki porsi kepemilikan 31%, PT Mandala Energi Prima 35% dan Sugih Energy sendiri miliki 34%. Mereka telah melakukan kegiatan eksplorasi sejak 2007, kemudian baru ditemukan cadangan yang bisa di eksploitasi pada 2015.

"Tapi baru kita lakukan produksi pada November 2016," tambahnya.

Produksi wilayah kerja Lemang khususnya di lapangan Akatara sendiri saat ini baru menghasilkan minyak sebanyak 300 BOPD (barrel oil per day). Namun tahun ini direncanakan akan dilakukan pengeboran di 5 sumur pengembangan. Sehingga ditargetkan akhir 2017 produksi lapangan tersebut mencapai 1.500 BOPD.

"Tapi kita yakin mencapai puncak produksinya pada 5 tahun mendatang mencapai 10.000 BOPD," ujar Supriyanto.

Prediksi puncak produksi tersebut diyakini perseroan lantaran pihaknya berencana akan melakukan eksploitasi pada lapangan Wajik. Lapangan tersebut diyakini memiliki cadangan migas yang juga berlimpah.

Sementara berdasarkan perjanjian Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) saat ini wilayah kerja Lemang bagi hasil sebesar 85% untuk pemerintah sisanya untuk pemegang KKKS. Namun jatah 15% itu juga harus dibagi oleh 3 perusahaan tersebut.

Oleh karena itu pihak Sugih Energy belum bisa menyampaikan berapa besaran hasil produksi yang akan digunakan untuk pembayaran pinjaman tersebut. Namun untuk penggunaan pembiayaan tersebut sebesar US$ 20 juta untuk biaya produksi di tahun ini, US$ 11 juta di tahun sebelumnya dan sisanya untuk refinancing.

"Utang kita sendiri saat ini ada US$ 8 juta untuk terkait Lemang," tandasnya. (ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads