Follow detikFinance
Sabtu 18 Mar 2017, 17:06 WIB

Setelah 5.540, Bisakah IHSG Melesat ke 6.000? Ini Kata BEI

Hendra Kusuma - detikFinance
Setelah 5.540, Bisakah IHSG Melesat ke 6.000? Ini Kata BEI Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Keputusan Bank Sentral Amerika Serikan (AS) atau The Federal Reserve menaikkan suku bunga acuannya (Fed Fund Rate/FFR) sebesar 25 basis poin atau 0,25% belakangan ini memberikan dampak baik bagi pasar modal di Indonesia.

Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Nicky Hogan mengatakan, kenaikkan Fed Fund Rate membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan pekan ini mencetak rekor.

"Jumat kemarin IHSG kita naik dan itu adalah tertinggi sepanjang sejarah 5.540, bahkan di in trade naik 55-57, ini dibarengi juga investor asing melakukan pembelian secara masif, dua hari terakhir bahkan sudah mencapai lebih dari Rp 3 triliun," kata Nicky di Gedung BEI, Jakarta, Sabtu (18/3/2017).

Baca juga: Tembus 5.540, IHSG Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

Bahkan, Nicky optimistis IHSG bisa tembus hingga level 6.000.

"Kita bursa berharap optimisme terbangun kalau 5.540 sekarang mudah-mudahan dan saya rasa juga analis sekuritas juga percaya indeks bisa sampai 6.000," tukasnya.

Baca juga: IHSG Cetak Rekor 5.540, OJK: Dana Asing Masuk Rp 2 Triliun

Menurut Nicky, kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS memberikan kepastian bagi pelaku investor masuk ke pasar modal Indonesia.

"Kalau kita bicara berapa hari ini memang lebih ke sentimen global, tapi saya rasa juga ada sebuah berita yang memberikan sinyal indikasi kemungkinan untuk S&P untuk memulihkan rating Indonesia. Saat ini memang hanya tinggal 1 S&P yang belum menaikkan rating investment credit sesuai dengan rating yang ada," tambahnya. (hns/hns)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed