Suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) Federal Fund Rate (FFR) diprediksi mengalami kenaikan sebanyak tiga kali tahun ini. Setelah naik 0,25% minggu lalu menjadi 0,75%-1%, suku bunga acuan AS memiliki peluang untuk naik dua kali lagi di tahun ini.
Meskipun terjadi kekhawatiran akan naiknya suku bunga acuan AS dua kali lagi hingga akhir tahun, pemerintah melalui Kementerian Keuangan akan tetap menerbitkan obligasi valuta asing (valas) pada semester I tahun ini. Risiko kenaikan suku bunga acuan AS di tahun ini sudah diperhitungkan oleh Kementerian Keuangan dalam rencana penerbitan obligasi valas tahun ini.
"Kita waktu memang ekspektasi dua kali. Kita sudah coba kalau bisa akan dilakukan valas di semester I-2017 kita rencanakan bisa diselesaikan," jelas Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPRR) Kemenkeu Loto S Ginting di Kantor BI, Jakarta Pusat, Senin (20/3/2017).
Meskipun kenaikan suku bunga acuan AS sudah terjadi satu kali di minggu lalu, terjadi penurunan imbal hasil alias yield Surat Berharga Negara (SBN) justru turun.
"Tapi kan agak surprise kemarin tingkat bunga bukan bergerak naik malah turun. Market sudah mencoba mengekspektasi begitu Fed Fund Rate dia enggak naik, bergerak turun malah," tutur Loto.
Selain obligasi valas, Kemenkeu berencana menerbitkan surat utang syariah atau sukuk denominasi dolar Amerika Serikat (AS), surat utang denominasi Euro, dan surat utang denominasi Yen atau Samurai Bonds di paruh pertama tahun ini. Kemenkeu juga masih memperhitungkan risiko eksternal seperti geopolitik di Eropa dan perlambatan ekonomi China.
"Yang tersisa dari sisi instrumen adalah global sukuk US dollar, global euro sama samurai bonds. Sisanya kita rencanakan bisa di semester I kalau semuanya lancar," ujar Loto.
(mkj/mkj)
Meskipun terjadi kekhawatiran akan naiknya suku bunga acuan AS dua kali lagi hingga akhir tahun, pemerintah melalui Kementerian Keuangan akan tetap menerbitkan obligasi valuta asing (valas) pada semester I tahun ini. Risiko kenaikan suku bunga acuan AS di tahun ini sudah diperhitungkan oleh Kementerian Keuangan dalam rencana penerbitan obligasi valas tahun ini.
"Kita waktu memang ekspektasi dua kali. Kita sudah coba kalau bisa akan dilakukan valas di semester I-2017 kita rencanakan bisa diselesaikan," jelas Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPRR) Kemenkeu Loto S Ginting di Kantor BI, Jakarta Pusat, Senin (20/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi kan agak surprise kemarin tingkat bunga bukan bergerak naik malah turun. Market sudah mencoba mengekspektasi begitu Fed Fund Rate dia enggak naik, bergerak turun malah," tutur Loto.
Selain obligasi valas, Kemenkeu berencana menerbitkan surat utang syariah atau sukuk denominasi dolar Amerika Serikat (AS), surat utang denominasi Euro, dan surat utang denominasi Yen atau Samurai Bonds di paruh pertama tahun ini. Kemenkeu juga masih memperhitungkan risiko eksternal seperti geopolitik di Eropa dan perlambatan ekonomi China.
"Yang tersisa dari sisi instrumen adalah global sukuk US dollar, global euro sama samurai bonds. Sisanya kita rencanakan bisa di semester I kalau semuanya lancar," ujar Loto.











































