Jadi Bursa Terbesar Dunia, NYSE Merger dengan Archipelago

Jadi Bursa Terbesar Dunia, NYSE Merger dengan Archipelago

- detikFinance
Kamis, 21 Apr 2005 11:07 WIB
Jakarta - New York Stock Exchange (NYSE) akan segera merger dengan bursa elektronik Archipelago Exchange (ArcaEx) yang menciptakan bursa terbesar di dunia. Keduanya akan bergabung dengan nama NYSE Group Inc, dan menjadi sebuah perusahaan dengan orientasi memperoleh untung. Chief executive NYSE John Thain dalam penjelasan tentang merger ini seperti dilansir AFP, Kamis (21/4/2005) mengatakan, tujuan dari kesepakatan ini adalah untuk menciptakan kompetitor dunia yang sesungguhnya yang dapat berkompetisi dengan siapapun di dunia. Pernyataan Thain ini lebih ditujukan kepada rival NYSE yakni Nasdaq. Kesepakatan ini seperti dilansir AP disebut-sebut sebagai jawaban atas desakan para anggota NYSE agar beralih sebagai perusahaan yang berorientasi untung sehingga bisa berkompetisi lebih baik secara bisnis. ArcaEx sendiri merupakan bursa yang mengoperasikan perdagangan secara elektronik penuh sejak tahun 1996. Para pelanggan ArcaEx dapat memperdagangkan melalui lebih dari 8.000 sekuritas di NYSE, Nasdaq ataupun pasar saham AS lainnya. Namun demikian, kendati berorientasi untung, NYSE Group Inc akan memisahkan unit regulator NYSE sebagai entitas yang tidak mengejar untung. Hal ini ditempuh setelah munculnya kritikan pedas karena telah dinilai gagal dalam mengendalikan skandal di lantai perdagangan. NYSE saat ini dimiliki oleh 1.366 anggota bursa yang akan menerima US$ 400 juta tunai dan 70 persen saham dalam perusahaan baru. Sementara pemegang saham ArcaEx akan mempertahankan 30 persen sahamnya. Dengn menggunakan nilai penjualan kursi NYSE terbaru sebesar US$ 1,62 juta, nilai NYSE secara kasar mencapai US$ 2,2 miliar. Sementara Archipelago senilai US$ 844 juta. Thain menambahkan, NYSE Group ini secara bersama-sama akan menjadi pasar ekuitas terdepan dengan perdagangan secara elektronik penuh yang paling sukses. Pasar saham yang telah berumur 212 tahun ini selanjutnya juga berniat memperdagangkan obligasi dan juga produk saham yang eksotis seperti produk derivatif. Namun Thain menegaskan, merger tidak akan menghapuskan lantai perdagangan di NYSE. Namun ia mengatakan bahwa pasar saham terkaya harus terus berkembang. "Ada pertumbuhan kesempatan yang besar untuk kami dengan kombinasi bisnis kami," ujar Thain. "Kami percaya bahwaa produk derivatif, obligasi perusahaan dan produk-produk baru lainnya akan menawarkan pertumbuhan kesempatan. Kami juga berpikir ada kesempatan yang besar dalam menciptakan pasar pencatatan yang baru untuk berkompetisi dengan Nasdaq," tegas Thain. Thain mengaku, untuk merger ini pihaknya telah mendapat persetujuan dari regulator dan prosesnya diharapkan selesai pada tahun ini atau paling lambat kuartal I 2006. Merger ini sendiri muncul seiring timbulnya desakan dari pasar saham tradisional untuk membuat langkah-langkah terobosan guna menghadapi kompetisi dengan pasar saham elektronik yang telah menjamur pada era 1990-an. "Seperti kita lihat ke masa depan dan untuk tantangan pada kompetisi global pada dunia yang terkoneksi secara elektronik berkecepatan tinggi, maka sangat jelas bahwa kami harus melakukan hal yang lebih. Ini merupakan kombinasi yang akan baik untuk investor dan juga AS," demikian Thain. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads