Trump Ngebom Afghanistan, Pasar Keuangan Geger

Trump Ngebom Afghanistan, Pasar Keuangan Geger

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Jumat, 14 Apr 2017 09:45 WIB
Trump Ngebom Afghanistan, Pasar Keuangan Geger
Foto: Reuters
Jakarta - Pasar saham Wall Street jatuh tiga hari berturut-turut. Situasi geopolitik dunia yang tidak stabil membuat investor mengamankan portofolio.

Serangan Amerika Serikat (AS) ke beberapa negara atas perintah Presiden AS, Donald Trump, membuat pasar keuangan ketar-ketir.

Ditambah lagi laporan keuangan perbankan AS yang di bawah ekspektasi pasar. Hal ini membuat saham-saham bank tergelincir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saham Wells Fargo jatuh 3,3%, sementara JPMorgan turun 1,2% dan Citigroup melemah 0,8%. Pertumbuhan perbankan AS sudah masuk tren melambat.

Investor juga mengamankan portofolio dari aset-aset yang berisiko gara-gara ketegangan di Suriah dan Korea Utara. Beberapa jam lalu, Trump baru saja membom Afghanistan.

"Kita lihat banyak investor yang menyimpan uangnya ke surat utang pemerintah AS," kata Kate Warne, analis dari Edward Jones di St. Louis, seperti dikutip Reuters, Jumat (14/4/2017).

Pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat, Indeks Dow Jones jatuh 138,61 poin (0,67%) ke level 20.453,25, Indeks S&P 500 kehilangan 15,98 poin (0,68%) ke level 2.328,95 dan Indeks Komposit Nasdaq berkurang 31,01 poin (0,53%) ke level 5.805,15. (ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads