Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat mengungkapkan, saat pihaknya juga telah menerima rencana 37 penerbitan obligasi dengan total nilai Rp 62,9 triliun.
"Itu dicatatkannya di semester II tahun ini. Jadi kalau di total dengan yang sudah diterbitkan jadi Rp 94 triliun. Ini juga masih bisa bertambah lagi," tuturnya di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (5/5/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau kuartal II-2017 saja bisa separuhnya dari yang sekarang saja bisa di atas tahun lalu, ya sekitar Rp 130-140 triliun," tukasnya.
Pertumbuhan Ekonomi RI Pacu Pencatatan Obligasi
Pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2017 mencapai 5,01%, lebih tinggi dibandingkan catatan di periode yang sama tahun lalu. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) yakin catatan tersebut memberikan sentimen positif terhadap pasar modal Indonesia.
Menurut Samsul pertumbuhan ekonomi yang membaik juga akan memicu pencatatan obligasi di pasar modal. Pelaku pasar juga masih yakin ekonomi Indonesia masih bisa tumbuh lebih baik lagi.
"Saya sempat dengar bahwa capital market di Asia Tenggara yang diwakili Indonesia Thailand dan Malaysia masih menjanjikan dari sisi growth. Dan optimis investor asing maupun pengamat serta analis asing cukup confident dengan kondisi sekarang," tuturnya.
Menurutnya jika perekonomian membaik tentunya dunia usaha akan bergeliat dan semakin ekspansif. Sementara untuk melakukan ekspansi perusahaan membutuhkan dana.
Samsul menilai, penerbitan obligasi masih menjadi pilihan utama bagi perusahaan untuk menggalang dana. Sebab penerbitan obligasi dipandang lebih murah dan efisien dibandingkan dengan pinjaman perbankan.
"Kemudian sebagian emiten kinerjanya cukup baik. Jadi pilihannya lebih baik obligasi dibanding pembiayaan lainnya. Karena cost-nya lebih murah dibanding perbankan, di samping pinjaman perbankan kalau sekitar Rp 1-2 triliun musti sindikasi dan butuh waktu cukup lama," terangnya.
BEI mencatat hingga saat ini sudah ada 18 penerbitan obligasi di pasar modal dengan nilai Rp 34,6 triliun. BEI juga telah mengantongi 37 penerbitan obligasi yang akan dilakukan tahun ini senilai Rp 62,9 triliun. BEI memprediksi total nilai obligasi yang akan diterbitkan tahun ini akan mencapai Rp 130-140 triliun.
Samsul yakin, rencana penerbitan obligasi tersebut bisa terealisasikan, lantaran baik kondisi perekonomian maupun situasi politik di Indonesia tengah kondusif.
"Pilkada berjalan baik, Pemilu masih 2 tahun lagi. Kelihatannya situasi politik masih aman. Kita masih tunggu beberapa rating country risk. Tapi tidak banyak gejolak dari sisi ekonomi," pungkasnya. (ang/ang)











































