Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) siang ini menguat. Dolar AS berada di posisi Rp 13.330 dibandingkan posisi kemarin sore Rp 13.355.
Pada perdagangan preopening, IHSG menguat 27,578 poin (0,49%) ke level 5.680,586. Sedangkan Indeks LQ45 naik 6,929 poin (0,74%) ke level 948,869.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seluruh indeks sektoral kompak menguat, dipimpin sektor pertambangan. Dana asing kembali masuk ke bursa saham.
Hingga pukul 09.05 waktu JATS, IHSG menanjak 30,263 poin (0,54%) ke level 5.683,271. Sementara Indeks LQ45 tumbuh 6,281 poin (0,67%) ke level 948,221.
Berlanjut hingga penutupan perdagangan sesi pertama siang ini, IHSG masih bertahan di zona hijau. IHSG naik 26,385 poin (0,47%) ke 5.679,393. Indeks LQ45 naik 5.705 poin (0,61%) ke 947.645.
Perdagangan siang in terbilang moderat dengan 169.753 kali transaksi sebanyak 6,2 miliar lembar saham senilai Rp 3,3 triliun. Sebanyak 175 saham menguat, 93 saham stagnan dan 131 saham melemah.
Mayoritas saham sektoral mengalami penguatan, tersisa dua sektor saham yang melemah yakni sektor industri dasar yang turun 0,21% dan sektor konstruksi turun 0,11%.
Penguatan IHSG terjadi di tengah pergerakan bursa-bursa Asia yang bergerak mix siang ini. Bursa saham global yang bergerak lesu memberi sentimen negatif ke pelaku pasar regional.
Berikut situasi di bursa regional siang hari ini:
- Indeks Nikkei 225 turun 114,97 poin (0,58%) ke level 19.846,58.
- Indeks Hang Seng naik tipis 19,02 poin (0,08%) ke level 25.144,57.
- Indeks Komposit Shanghai menguat 11,98 poin (0,39%) ke level 3.073,48.
- Indeks Straits Times melemah 10,30 poin (0,31%) ke level 3.260,81.
Sementara saham-saham yang turun signifikan hingga masuk jajaran top losers diantaranya adalah, Mandom Indonesia (TCID) turun Rp 700 ke Rp 15.800, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 300 ke Rp 15.975, Unggul Indah Cahaya (UNIC) turun Rp 300 ke Rp 4.000 dan Rp United Tractors (UNTR) turun Rp 300 ke Rp 24.750. (dna/hns)











































