Presiden Direktur CPIN, Tjiu Thomas Effendy, mengatakan pihaknya membeli franchise beserta jaringan tokonya dari MSI, bukan membeli perusahaan tersebut. Dengan begitu, semua jaringan outlet Sevel menjadi milik perusahaan yang terkenal sebagai produsen ayam nasional tersebut.
"Yah pasti ada sinergi. Belum boleh expose, kalau ditanya masih dalam conditional. Kalau sudah gong (transaksi) baru bicara. Itu detailnya belum bisa terlalu men-declare, karena kesepakatan belum tercapai," kata Thomas ditemui di Gedung BPPT, Jakarta, Senin (15/5/2017).
Baca juga: Caplok Sevel, Ini Penjelasan Charoen Pokphand
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mengenai Sevel memang kita sudah tandatangani pada tanggal 19 April. Baru conditional sales purchase agreement, nah tentu di dalam itu namanya conditional, ada kondisi yang harus dipenuhi. Kondisi itu antara lain tentu persetujuan daripada prinsipal, dan lagi kalau semua kondisi terjadi atau terpenuhi baru transaksi," ujar Thomas.
Dirinya membenarkan jika nilai akuisisi yang ditawarkan CPIN ke MSI untuk pengalihan franchise tersebut senilai Rp 1 triliun. Sementara untuk dananya sendiri disiapkan dari internal perusahaan.
Baca juga: 30 Gerai Seven Eleven Tutup Tahun Ini
"Di surat itu ada suratnya, dari dana internal perusahaan. Ada suratnya. Kita beli asetnya (franchise), bukan beli sahamnya (MSI)," terang Thomas.
Seperti diketahui, CPIN memang selama ini menjalankan bisnis utamanya sebagai integrator industri unggas, mulai dari pakan ternak, produsen sapronak, budidaya ayam, sampai produk olahannya. (idr/hns)











































