Charoen Pokphand Produsen Ayam, Kenapa Akuisisi Sevel?

Charoen Pokphand Produsen Ayam, Kenapa Akuisisi Sevel?

Muhammad Idris - detikFinance
Senin, 15 Mei 2017 19:55 WIB
Charoen Pokphand Produsen Ayam, Kenapa Akuisisi Sevel?
Foto: Muhammad Idris/detikFinance
Jakarta - Perusahaan integrator unggas, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), mengakuisisi bisnis waralaba atau franchise 7-Eleven atau Sevel di Indonesia dari PT Modern Sevel Indonesia (MSI) dengan nilai Rp 1 triliun.

Presiden Direktur CPIN, Tjiu Thomas Effendy, mengatakan pihaknya membeli franchise beserta jaringan tokonya dari MSI, bukan membeli perusahaan tersebut. Dengan begitu, semua jaringan outlet Sevel menjadi milik perusahaan yang terkenal sebagai produsen ayam nasional tersebut.

"Yah pasti ada sinergi. Belum boleh expose, kalau ditanya masih dalam conditional. Kalau sudah gong (transaksi) baru bicara. Itu detailnya belum bisa terlalu men-declare, karena kesepakatan belum tercapai," kata Thomas ditemui di Gedung BPPT, Jakarta, Senin (15/5/2017).

[Gambas:Video 20detik]

Baca juga: Caplok Sevel, Ini Penjelasan Charoen Pokphand

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lanjut dia, masih ada beberapa kesepakatan yang harus dicapai sebelum akuisisi waralaba benar-benar dilakukan. Khususnya kesepakatan peralihan master (pemegang) franchise dari MSI dengan persetujuan induk pemegang merek Sevel, yakni Seven & I Holding Co. Ltd.

"Mengenai Sevel memang kita sudah tandatangani pada tanggal 19 April. Baru conditional sales purchase agreement, nah tentu di dalam itu namanya conditional, ada kondisi yang harus dipenuhi. Kondisi itu antara lain tentu persetujuan daripada prinsipal, dan lagi kalau semua kondisi terjadi atau terpenuhi baru transaksi," ujar Thomas.

Dirinya membenarkan jika nilai akuisisi yang ditawarkan CPIN ke MSI untuk pengalihan franchise tersebut senilai Rp 1 triliun. Sementara untuk dananya sendiri disiapkan dari internal perusahaan.

Baca juga: 30 Gerai Seven Eleven Tutup Tahun Ini

"Di surat itu ada suratnya, dari dana internal perusahaan. Ada suratnya. Kita beli asetnya (franchise), bukan beli sahamnya (MSI)," terang Thomas.

Seperti diketahui, CPIN memang selama ini menjalankan bisnis utamanya sebagai integrator industri unggas, mulai dari pakan ternak, produsen sapronak, budidaya ayam, sampai produk olahannya. (idr/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads