Buyback Obligasi Indofood Tunggu Putusan Pengadilan Inggris

Buyback Obligasi Indofood Tunggu Putusan Pengadilan Inggris

- detikFinance
Sabtu, 30 Apr 2005 11:49 WIB
Jakarta - Penyelesaian seluruh buyback atau pembelian kembali utang atas Eurobond PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) senilai US$ 280 juta masih menunggu putusan Pengadilan Inggris. Sampai saat ini jumlah obligasi yang baru bisa dibeli kembali (redemption) baru sebesar US$ 107,5 juta. "Sehubungan dengan rencana redemption atas Eurobond sejumlah US$ 280 juta dengan bunga 10,375 persen per tahun, saat ini Perseroan masih menunggu keputusan definitif dari badan Pengadilan di Inggris," kata Anthony Salim, Presiden Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk, dalam keterangan tertulis Sabtu,(30/4/2005).Indofood mengajukan permohonan kepada Pengadilan Inggris untuk melakukan Buyback dengan harga par (100 persen) untuk menggunakan haknya secara hukum dalam melakukan redemption atas Eurobond. Obligasi yang diterbitkan sejumlah US$ 280 juta diterbitkan oleh anak usahanya yang berdomisili di Mauritius yakni Indofood International Finance Limited. Pembelian kembali obligasi tersebut dilakukan sehubungan dengan dihentikannya Perjanjian Pajak Berganda antara Mauritius dan Indonesia pada Juni 2004 yang mulai berlaku pada 1 Januari 2005. Anthony juga menjelaskan, hingga saat ini pembelian kembali dari pasar oleh perseroan atas obligasi tersebut telah mencapai jumlah sebesar US$ 107,5 juta, disamping Eurobond berjumlah US$ 30 juta dengan bunga 10,125 persen per tahun yang jatuh tempo pada tahun 2007 juga telah dibeli kembali dari pasar.Saldo utang Rupiah perseroan per 31 Maret 2005 sebesar Rp 4,9 triliun, jumlah ini sama seperti triwulan pertama 2004 yang sebesar Rp 4,9 triliun. Sedangkan saldo utang dalam mata uang Dolar AS berkurang menjadi US$ 241 juta dibandingkan triwulan pertama 2004 yang sebesar US$ 317 juta."Perseroan masih tetap harus melanjutkan upayanya dalam mengoptimalisasikan efisiensi operasional dan tetap mengelola utang dengan sikap hati-hati," ujar Anthony.Kinerja Triwulan I-2005Indofood mencatat laba bersih pada triwulan I-2005 sebesar Rp 117,272 miliar atau naik 3,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 113,613 miliar. Sedangkan penjualan bersih triwulan I-2005 sebesar Rp 4,293 triliun termasuk penjualan ekspor sebesar US$ 50,8 juta atau naik 1,44 persen dibandingkan triwulan I-2004 sebesar Rp 4,232 triliun.Divisi mi instan, tepung terigu serta minyak goreng dan lemak nabati tetap merupakan kontributor utama dengan total kontribusi sebesar 85 persen atas penjualan bersih konsolidasi atau masing-masing sebesar 33 persen, 38 persen dan 14 persen, dibandingkan kontribusi pada triwulan pertama 2004 yang masing-masing 34 persen, 31 persen dan 22 persen.Volume penjualan mi instan mencapai 2,25 miliar bungkus, turun 6 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2004 sebesar 2,40 miliar bungkus, namun nilai penjualan bersih tetap tidak berubah sebesar Rp 1,5 triliun dibandingkan kuartal pertama 2004 yang juga sebesar Rp 1,5 triliun. Volume penjualan tepung terigu tetap sebesar 588.000 ton dimana pada triwulan pertama tahun 2004 sebesar 588.600 ton. Volume penjualan minyak goreng dan margarin dan shortenings bermerek naik 11,5 persen menjadi 117.800 ton dibandingkan triwulan pertama tahun 2004 sebesar 105.700 ton. Semua divisi operasional lainnya kecuali divisi bumbu penyedap makanan mencatat kenaikan volume penjualan yang berkisar antara 12-15 persen.Indofood berencana menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang akan diselenggarakan selambat-lambatnya tanggal 30 Juni 2005. Salah satu agendanya adalah mengusulkan pembayaran dividen dari keuntungan tahun 2004. (ir/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads