Kepala Analis Universal Broker Satrio Utomo mengatakan, turunnya transaksi saham baik dari sisi volume, nilai dan frekuensi memang selalu terjadi setiap bulan puasa. Namun hal itu belum tentu menarik jatuh Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
"Memang saat Ramadan selalu begitu. Itu sudah lama, sampai sekarang tidak banyak berubah. Tapi kalau dibilang IHSG pasti turun juga itu salah, IHSG belum tentu turun," tuturnya saat dihubungi detikFinance, Senin (12/6/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, kata dia bisa saja banyak dari pelaku pasar yang lebih memilih untuk menarik dananya atau menahan diri untuk mempersiapkan kebutuhan Lebaran.
"Bisa saja orang lebih pada persiapan cashflow lebaran atau THR," imbuhnya.
Satrio mengatakan, ada pula pihak yang bilang sepinya perdagangan saat Ramadan merupakan faktor traumatik saat terjadi krisis ekonomi di 2008. Saat itu pasar modal terkontraksi dan banyak saham yang tumbang ketika masuk Ramadan.
"Krisis 2008 memang terjadi sekitar Lebaran. Waktu itu memang membuat orang takut, kita ingat banyak sekali saham Grup Bakrie tumbang. Ada trauma di masa lalu, orang berpikiran Ramadan pasti anjlok, mending jualan saja," tambahnya.
Kendati begitu, Satrio menegaskan bahwa sepinya perdagangan saat Ramadan bukan berarti akan menekan IHSG. Sebab IHSG masih relatif dipengaruhi oleh sentimen-sentimen lainnya.
"Menurut saya saham yang menguat dan turun 50-50. Masih ada kesempatan, cuma memang marketnya sempit, harus lebih hati-hati," tandasnya.
Sebagai gambaran, menurut data PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjangan pekan kemarin Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 1,18% dari posisi akhir pekan sebelumnya 5.742,44 menjadi 5.675,52. Nilai kapitalisasi pasar IHSG juga turun 1,11% dari Rp6.255,17 triliun menjadi Rp6.186,68 triliun.
Sepinya perdagangan juga terlihat dari turunya rata-rata nilai transaksi harian sepanjang pekan kemarin sebesar 34,57%. Pada pekan sebelumnya rata-rata nilai transaksi harian sebesar Rp 10,01 triliun, diakhir pekan kemarin turun jadi Rp 6,55 triliun.
Rata-rata volume transaksi harian saham IHSG juga turun hingga 54,86% dari 17,79 miliar unit saham menjadi 8,03 miliar unit saham. Lalu, rata-rata frekuensi transaksi harian saham IHSG pun ikut turun 3,73% dari 300,15 ribu kali transaksi menjadi 288,96 ribu kali transaksi.
Di sepanjang pekan kemarin investor asing juga tercatat melakukan jual bersih sebesar Rp 2,10 triliun. Meski demikian aliran dana investor asing sampai dengan saat ini masih tercatat beli bersih dengan total nilai Rp19,55 triliun. (dna/dna)











































