bursa-dan-valas
bursa-dan-valas
bursa-dan-valas
bursa-dan-valas
bursa-dan-valas
bursa-dan-valas
bursa-dan-valas
bursa-dan-valas
bursa-dan-valas
bursa-dan-valas
bursa-dan-valas
bursa-dan-valas
bursa-dan-valas
Starbucks Indonesia Jual 1% Saham ke Publik
Follow detikFinance
Jumat 16 Jun 2017, 19:48 WIB

Starbucks Indonesia Jual 1% Saham ke Publik

Danang Sugianto - detikFinance
Starbucks Indonesia Jual 1% Saham ke Publik Foto: Ari Saputra
Jakarta - PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) akan mengantar anak usahanya di bidang food and beverage yakni PT MAP Boga Adiperkasa (MBA) melantai di pasar modal. Perseroan menawarkan sahamnya di level Rp 1.680 per saham.

Corporate Secretary MAPI menjelaskan, total saham yang akan dilepas ke publik sebanyak 20,9% dari saham yang disetor penuh perseroan.

"Kita sudah bookbuilding, harganya Rp 1.680, saham yang dilepas 20,9%," tuturnya saat dihubungi detikFinance, Jumat (16/6/2017).

Namun ternyata, dari total saham yang dilepas, 19,88% akan diserap oleh perusahaan yang terafiliasi dengan General Atlantic (GA) yakni GA Robusta F&B Company Pte. Ltd (GAR). Hal itu sebagai konversi obligasi menjadi kepemilikan saham.

"Totalnya semua yang dikonversi 19,9%. Tapi dia sebagai publik. Makanya IPO-nya 20,9%. Di mana General Atlantic bagian dari publik," tambahnya.

Perseroan dengan GAR sendiri telah sepakat untuk melakukan konversi atas seluruh nilai obligasi yang dimiliki GAR menjadi 431.548.900 lembar saham atau sebesar 19,88% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh dalam penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO).

Itu artinya, saat IPO MBA saham yang tersisa untuk publik hanya 1% atau hanya sebanyak 22,17 juta lembar. Sehingga kalau ditotal jumlah saham yang dilepas pada saat ipo sebanyak 453,72 juta lembar saham.

"Yang ditawarkan publik 20,9% karena General Atlantic sebagai publik. Ya kalau di luar General Atlantic ya segitu (1%)," kata Fetty.

Jika dihitung dari 1% saham yang dilepas ke publik, maka MBA akan memperoleh dana segar hasil IPO sebesar Rp 37,25 miliar. Sebab sisanya hanya berupa konversi obligasi menjadi kepemilikan saham.

Fetty mengatakan dana tersebut akan digunakan perseroan untuk mengembangkan lini usaha di bidang food and beverage, di mana perseroan memiliki penguasaan brand di Indonesia seperti Starbucks, Pizza Express, Krispy Kreme, Cold Stone dan GODIVA Chocolates.

Tahun ini pihaknya berencana akan menambah 70 gerai dari 5 merek tersebut. Paling besar penambahan untuk gerai Starbucks.

"Tahun ini penambahan gerai kurang lebih 70 gerai. Starbucks 60 gerai, sisanya yang lain itu," tandasnya. (ang/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
bursa-dan-valas
bursa-dan-valas