Punya Utang Rp 1,3 Triliun, Kinerja Induk 7-Eleven Sudah Lampu Kuning

Punya Utang Rp 1,3 Triliun, Kinerja Induk 7-Eleven Sudah Lampu Kuning

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 05 Jul 2017 09:52 WIB
Punya Utang Rp 1,3 Triliun, Kinerja Induk 7-Eleven Sudah Lampu Kuning
Foto: Maikel Jefriando
Jakarta - PT Modern Internasional Tbk (MDRN) selaku induk usaha dari entitas pemegang lisensi 7-Eleven (Sevel) di Indonesia PT Modern Sevel Indonesia (MSI) tengah menjadi sorotan. Sebab perseroan telah menutup seluruh gerai Sevel di Indonesia yang disebut-sebut menjadi bisnis andalan MDRN.

Melansir laporan keuangan konsolidasian MDRN kuartal I 2017 (tidak diaudit), Rabu (5/7/2017), perusahaan ini masih mengalami kerugian sebesar Rp 447,9 miliar. Angka tersebut berbanding terbalik dengan kondisi perseroan di kuartal I 2016 yang masih mampu membukukan laba sebesar Rp 21,3 miliar.

Lalu bagaimana kondisi utang perseroan, apakah masih bisa terselamatkan?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada ada beberapa cara untuk melihat kesehatan keuangan perusahaan dari sisi utang. Pertama bisa dilihat dari rasio solvabilitas. Rasio ini sendiri merupakan hitung-hitungan untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar seluruh kewajibannya (total liabilitas).

"Melihat rasio solvabilitas untuk menggambarkan berapa besar utang yang bisa dijaga oleh aset atau ekuitas yang dimiliki," terangnya kepada detikFinance.
Dia menjelaskan, untuk menghitung rasio solvabilitas rumusnya adalah total liabilitas dibagi dengan total aset. Total liabilitas sendiri merupakan total dari utang jangka pendek dan jangka panjang, sementara total aset berisi aset lancar dan aktiva tetap.

"Aset lancar itu kan isinya ada kas kemudian piutang yang asumsinya kalau orang yang berutang bayar bisa buat bayar utang. Aktiva tetap artinya dia punya kendaran atau bangunan, itu bisa enggak buat bayar utangnya dia," tambahnya

Adapun total liabilitas MDRN di kuartal I-2017 mencapai Rp 1,38 triliun sedangkan total asetnya mencapai Rp 1,57 triliun. Jika dibagi rasio solvabilitas MDRN adalah 0,88 kali.

Jika rasio solvabilitasnya di bawah 1 kali artinya perseroan masih mampu membayar seluruh kewajibannya. Semakin kecil rasio solvabilitas, kondisi perusahaan semakin sehat. Namun menurut Reza, rasio solvabilitas MDRN sudah cukup mengkhawatirkan, karena sudah mendekati 1 kali.

"Kalau lihat dari rasio 0,88 kali sebenarnya sudah lampu kuning. Ini yang perlu dilihat lagi apakah pada saat jatuh tempo aset-aset tersebut bisa dilikuidkan untuk bayar utang. Secara rasio bisa kita katakan bahwa aset yang dimiliki masih bisa cover 0,88 kali. Tapi pada saat utang-utang jatuh tempo aset ini bisa dimanfaatkan untuk bayar utang tidak. Misalnya punya gedung atau mobil itu bisa langsung dijual enggak untuk bayar utang," tambahnya.

Selain itu, kata Reza, dapat pula menggunakan rasio lancar atau current ratio untuk melihat kondisi perusahaan dalam jangka pendek. Bisa juga dikatakan untuk melihat kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendeknya.
Rumus current ratio sendiri terbalik, yakni aset lancar dibagi dengan utang lancar atau liabilitas jangka pendek. MDRN memiliki total aset lancar sebesar Rp 335,62 miliar dan total liabilitas jangka pendek sebesar Rp 1,07 triliun. Itu artinya current ratio MDRN sebesar 0,31 kali.

Pengertian current ratio juga berbeda dengan rasio solvabilitas. Untuk rasio ini justru jika di bawah 1 kali berarti kondisinya lebih buruk. Sebab total aset lancarnya yang bisa terdiri dari tabungan, deposito, piutang dan aset likuid lainnya berarti tidak bisa menutupi kewajiban jangka pendeknya.

"Jadi kalau rasionya di bawah 1 kali itu asumsinya perusahaan belum tentu bisa membayar utangnya saat jatuh tempo. 1 kali itu ibaratnya seperti titik temu bahwa di angka tersebut perusahaan bisa membayar utang. Kalau di bawah satu belum sampai jatuh tempo aset ini sudah habis bayar utang lancarnya," tuturnya.

Punya Utang Rp 1,3 Triliun, Kinerja Induk 7-Eleven Sudah Lampu KuningFoto: Dok. Istimewa
Punya Utang Rp 1,3 Triliun, Kinerja Induk 7-Eleven Sudah Lampu KuningFoto: Dok. Istimewa
Punya Utang Rp 1,3 Triliun, Kinerja Induk 7-Eleven Sudah Lampu KuningFoto: Dok. Istimewa
(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads