Menurut Daniri, kehadiran emiten-emiten baru terbilang cukup sedikit. Sebab dia membandingkan ketika dirinya menjabat dan Marzuki Usman yang masih menjadi Kepala Badan Penagwas Pasar Modal (Bapepam) dan Komisaris BEI, hampir setiap hari pasar modal kedatangan emiten baru.
"Dulu waktu zaman Pak Marzuki Usman menjadi Kepala Bapepam, hampir setiap hari. Bisa dikatakan tiada hari tanpa go public. Itu lompatan yang luar biasa. Sekarang yang listed enggak begitu banyak," tuturnya, di sela-sela acara HUT ke-25 BEI, di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (13/7/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banyak cara menurutnya untuk memperbanyak jumlah emiten. Salah satunya dengan menjaring para perusahaan start up.
Wajah pasar modal pun harus diubah katanya. Dari yang sebelumnya pasar modal dianggap sebagai tempat untuk perusahaan-perusahaan besar menjaring pendanaan, menjadi terbuka untuk perusahaan-perusahaan kecil bahkan perusahaan rintisan seperti start up.
"Jangan punya kesan bahwa pasar modal hanya untuk perusahaan yang punya duit saja baru go pubic. Tapi orang-orang yang baru punya gagasan bagus juga, mereka kan butuh modal," tukasnya. (wdl/wdl)











































