Erry Firmansyah Targetkan 2 Juta Investor di BEJ
Jumat, 06 Mei 2005 17:42 WIB
Jakarta - Dirut BEJ Erry Firmansyah menargetkan 2 juta investor untuk periode kepemimpinannya yang akan datang yakni 2005-2008. Apa mungkin pak? Erry berharap target itu bisa dipertanggungjawabkan dimana pihaknya akan berupaya keras untuk mencapai hal tersebut.Saat ini dari 225 juta penduduk Indonesia jumlah investor di pasar nmodal baik yang tercatat di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) maupun tidak tercatat baru sebanyak 300 ribu investor."Kita berharap bisa meraih 1 persen dari jumlah penduduk atau sekitar 2 juta investor pada periode kepemimpinan saya mendatang," kata Dirut BEJ Erry Firmansyah dalam jumpa pers di Gedung BEJ, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (6/5/2005).Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BEJ yang akan mensahkan direksi baru akan dilaksanakan pada 11 Mei 2005 dimana Bapepam hanya meloloskan satu paket yakni paket Erry Firmansyah sedang dua paket lainnya yakni paket Adhler H Manurung dan Hindarmojo Hinuri dinyatakan gagal.Menurut Erry, jumlah basis investor saat ini sangat jauh dibandingkan dengan Singapura, Kuala Lumpur ataupun Cina. Singapura dengan jumlah 3,5 juta penduduk memiliki 1 juta investor, Kuala Lumpur dengan 24 juta penduduk memiliki 3,5 juta investor dan Cina dengan 1,2 miliar penduduk memiliki 60 juta investor.Dikatakannya target 2 juta investor akan dilakukan secara bertahap sehingga pada akhir 2008 bisa tercapai. "Target itu untuk jangka waktu tiga tahun ke depan. Kita akan berupaya keras supaya terget itu tercapai," tegasnya.Beberapa cara yang akan dilakukan untuk memperluas basis investor adalah dengan memperbanyak pojok pasar modal di beberapa kota di Indonesia yang bekerjasama dengan pihak kampus dan broker.Menurut Erry, beberapa kota yang potensial memiliki calon investor besar adalah Pekalongan, Jember, Solo, Lampung, Palembang, Padang, Manado serta di beberapa kota di Sulawesi dan Kalimantan yang setidaknya masuk dalam 91 kota untuk meluaskan basis investor.Remote TradingErry juga menjelaskan bahwa pelaksanaan remote trading atau perdagangan jarak jauh diharapkan bisa diikuti oleh semua anggota bursa pada akhir tahun 2005. Sementara saat ini baru 33 anggota bursa yang tercatat sudah ikut dalam remote trading.BEJ sendiri masih membuka tiga gelombang untuk pendaftaran remote trading tersebut. Diakuinya saat ini sistem perdagangan sudah mengarah ke remote trading sehingga nantinya semua anggota bursa memiliki perlakuan yang sama. Sedangkan mengenai rencana floor traders ke depan setelah pelaksanaan remote trading menurutnya sekarang masih dikaji. Namun diakuinya susah menerapkan dua sistem antara floor traders dan remote trading."Untuk floor traders kita masih bicarakan lebih lanjut karena masih ada baberapa alasan apakah perlu dihapus atau perlu dipertahankan. Kalau dihapus orang masih bingung mencapai pasarnya yang mana," ujarnya. Biaya untuk floor traders menurutnya mencapai Rp 8-10 miliar per tahun.Sedangkan untuk pelaksanaan e-reporting (pelaporan elektronik) BEJ juga sedang menyiapkan jalan keluarnya apakah akan diserahkan ke vendor atau ke Pusat Referensi Pasar Modal (PRPM)."Kita sekarang masih menunggu keputusan KPPU dulu. Tapi sebenarnya sistemnya sudah siap jalan. Kemungkinan bisa diimplementasikan pada kuartal III-2005," ungkapnya.
(san/)











































