Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 03 Agu 2017 16:11 WIB

Pekerja JICT Mogok Kerja, Eksportir: Kita Rugi Banyak!

Citra Fitri Mardiana - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Aksi mogok 600 pekerja PT Jakarta International Container Terminal (JICT) yang dilakukan hari ini membuat aktivitas bongkar muat di terminal tersebut terhenti.

Banyak pihak menyayangkan adanya aksi tersebut. Sebab, aktivitas bongkar muat yang lumpuh menyebabkan proses distribusi barang ekspor/impor menjadi terhambat.

Ketua Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno menegaskan, harus ada langkah tegas yang diambil manajemen JICT untuk menyelesaikan permasalah tersebut dengan segera.

Apalagi jika benar aksi mogok ratusan pekerja JICT tersebut akan terus dilakukan hingga sepekan ke depan, atau sampai 10 Agustus 2017.

"Mogok tersebut sangat mengganggu jalannya ekonomi. Pemilik JICT harus ambil langkah tegas," ungkap Benny saat dihubungi detikFinance, Kamis (3/7/2017).

Akibat aksi mogok tersebut Benny mengaku, pengusaha menanggung rugi yang cukup besar. Kendati demikian, dirinya masih enggan menyebut jumlah kerugian yang ditaksirnya.

"Belum bisa hitung, yang pasti rugi banyak," terangnya.
Oleh karena itu, sebagai solusi sementara, manajemen JICT akhirnya mengalihkan proses bongkar muat ke beberapa terminal peti kemas lainnya, antara lain New Priok Container Terminal 1 (NPCT 1), Terminal Mustika Alam Lestari (MAL), TPK Koja, dan International.

"Karena JICT masih mogok, maka barang di-handling empat terminal lainnya," terangnya.

Namun nyatanya, masih saja terjadi kepadatan lalu lintas truk saat menuju terminal-terminal tersebut. Puluhan truk mengular tak jauh dari kantor JICT.
(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com