Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau menguat. Dolar AS berada di posisi Rp 13.312 dibanding posisi kemarin sore di Rp 13.320.
Pada perdagangan preopening, IHSG naik tipis 5,751 poin (0,10%) ke level 5.755,044. Sedangkan Indeks LQ45 juga menguat tipis ke level 946,236.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tren penguatan masih berlanjut hingga jeda perdagangan saham siang ini. IHSG naik 29,688 poin (0,52%) ke 5.778,980. Indeks LQ45 menguat 6,327 poin (0,66%) ke 961,310.
Masih diwarnai tren positif, IHSG terus melanjutkan penguatan. IHSG naik 61,271 poin (1,07%) ke 5.810,563. Indeks LQ45 naik 12,712 poin (1,33%) ke 697,695.
IHSG menyentuh level tertinggi di 5.810,563 dan terendah di 5.755,045. Transaksi hari ini terpantau moderat. Hingga sore ini, telah terjadi 313.321 kali transaksi sebanyak 8,7 miliar lembar saham senilai Rp 6,1 triliun. Investor asing mencatat net buy tipis sebesar Rp 267,326 miliar.
Penguatan IHSG dipicu penguatan 9 sektor saham yang dipimpin penguatan sektor infrastruktur sebesar 1,47%. Sebanyak 172 saham menguat, 163 saham melemah dan 107 saham stagnan.
Bursa saham Asia tengah dalam tren pelemahan. Hanya bursa saham Hong Kong dan China yang masih melaju di zona positif. Berikut kondisi bursa Asia siang ini:
- Indeks Nikkei 225 melemah 59,88 poin (0,30%) ke 19.996,010
- Indeks Hang Seng menguat 164,55 poin (0,59%) ke 27.854,910
- Indeks Komposit Shanghai bertambah 2,41 poin (0,07%) ke 3.281,870
- Indeks Strait Times menipis 2,59 poin (0,08%) ke 3.318,080.
Sementara jajaran saham yang masuk daftar saham top losers di antaranya, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 700 ke Rp 68.800, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 450 ke Rp 20.150, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 200 ke Rp 13.550 dan Surya Esa Perkasa (ESSA) turun Rp 160 ke Rp 2.500. (dna/mkj)











































