Follow detikFinance
Jumat 11 Aug 2017, 14:30 WIB

Sudah Naik Tinggi, Saham Minna Padi Anjlok 15%

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Sudah Naik Tinggi, Saham Minna Padi Anjlok 15% Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Saham PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) mulai loyo setelah naik tinggi gara-gara rumor mau beli Bank Muamalat. Hari ini sahamnya sudah turun 15%.

Seperti dikutip dari data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (11/8/2017), pada pembukaan perdagangan pagi tadi, sahamnya sudah turun ke level Rp 1.250 per lembar, bandingkan dengan posisi kemarin di Rp 1.375 per lembar.

Memasuki perdagangan Sesi II, saham berkode PADI itu turun 205 poin (14,91%) ke level Rp 1.170 per lembar.

Sudah dua hari ini sahamnya merah. Kemarin, sahamnya juga turun ke Rp 1.500 per lembar dibandingkan hari sebelumnya ke Rp 1.375 per lembar.

Perdagangan saham PADI dihentikan BEI sejak 31 Juli 2017 karena melonjak lebih dari dua kali lipat. Perseroan pun diminta menjelaskan soal rumor pembelian Bank Mualamat.


Minna Padi pun membantah kabar tersebut. Meski sudah dibantah, masih banyak pelaku pasar yang ingin mengoleksi saham PADI melalui pasar negosiasi.

BEI pun mendapat banyak laporan di keterbukaan informasi mengenai pihak-pihak mana saja yang melakukan jual-beli saham PADI.

Pada 8 Agustus 2017 akhirnya BEI membolehkan saham PADI dijual kembali di pasar reguler dan tunai. Sahamnya pun masih mampu menguat.


Sampai perdagangan dua hari lalu, yaitu 9 Agustus 2017, saham PADI masih bisa menguat ke level Rp 1.430 per lembar. Baru lah pada 10 Agustus 2017 kemarin saham PADI mulai loyo.

Saham yang berada di bawah Rp 400 per lembar itu bisa melonjak tinggi hingga nyaris Rp 1.500 hanya dalam waktu kurang dari sebulan.

Beberapa pelaku pasar menyebut saham PADI digoreng oleh pihak-pihak tertentu supaya bisa meraup keuntungan dalam waktu singkat.

Sementara ada juga pihak yang menyebut ini insider trading, yaitu ada orang yang mengoleksi saham PADI karena tahu akan ada akuisisi Bank Muamalat. Namun akuisisi tersebut belum jelas, karena Minna Padi sudah membantah kabar tersebut.

(ang/dnl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed