Seperti dilansir dari data Reuters, Selasa (3/10/2017), pada 10 September 2017, dolar AS berada di tingkat Rp 13.193, dan per hari ini dolar AS berada di Rp 13.522. Sementara itu kurs Jisdor BI hari ini, dolar AS berada di Rp 13.582
Foto: Reuters |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi menguatnya dolar AS terhadap sejumlah mata uang global karena ada tiga faktor. Pertama soal rencana Presiden AS, Donald Trump, memangkas tarif pajak. Ini menurut Mirza, akan menjadi harapan baru bagi perekonomian AS yang bisa tumbuh lebih cepat. "Maka ada kemungkinan suku bunga acuan meningkat lebih cepat lagi," ujar Mirza.
Kemudian, soal keyakinan pelaku pasar keuangan akan adanya kenaikan suku bunga acuan kembali oleh bank sentral AS, yaitu Federal Reserve (The Fed).
"Ketiga, spekulasi kalau memang ada pergantian Gubernur bank sentral Amerika, kemungkinan saja calonnya itu memiki pandangannya senang moneter yang lebih ketat," kata Mirza.
"Nah hal-hal itu lah yang menjadi topik 10 hari terakhir. Tapi itu kembali ke fundamental kita. Kalau fundamental ekonomi kita baik-baik saja ya. Jadi ekonomi kita baik-baik saja," papar Mirza. (wdl/mkj)












































Foto: Reuters