Indomobil Takkan Merger 2 Perusahaan Pembiayaannya

Indomobil Takkan Merger 2 Perusahaan Pembiayaannya

- detikFinance
Rabu, 25 Mei 2005 13:05 WIB
Jakarta - Meski memiliki dua perusahaan pembiayaan, PT Indomobil Sukses Internasional tbk tidak akan melakukan merger kedua perusahaan ini. Keberadaan dua perusahaan ini justru merupakan jawaban atas tingginya kompetisi di sektor pembiayaan.Saat ini Indomobil memiliki dua perusahaan pembiayaan, yakni PT Indomobil Finance (90 persen) dan PT Swadharma Indotama Finance atau SIF (51 persen)."Persaingan saat ini semakin ketat. Adanya dua perusahaan pembiayaan bisa menjawab kebutuhan pasar yang ada, di mana saat ini pangsa pasar Indomobil hanya sebesar 20 persen," kata Presdir Indomobil Gunadi Sindhunata dalam paparan publik penerbitan obligasi SIF di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Rabu (25/5/2005).Gunadi menjelaskan, meski dua perusahaan ini membiayai kendaraan yang sama, yakni yang dikeluarkan Indomobil, namun keduanya memiliki segmen yang berbeda. SIF saat menguasai pangsa pasar di Sumatra yang mencapai 44 persen dari total pembiayaannya.Obligasi SIFPT SIF akan menerbitkan obligasi keempat sebesar Rp 300 miliar dengan jangka waktu 3 tahun. Obligasi ini memberikan bunga tetap di kisaran 13,75 hingga 14,25 persen per tahun. Obligasi ini mendapat peringkat triple B dari Pefindo. Bertindak sebagai penjamin emisi adalah AAA dengan wali amanat PT Bank Mandiri tbk. Obligasi ini akan dicatatkan di BES pada 14 Juli 2005 dengan masa book building 25 Mei-14 Juni 2005 dan masa penawaran 7-11 Juli 2005. Menurut Presdir SIF, Stefanus Herdianto Karnadi, dana dari hasil emisi obligasi seluruhnya akan digunakan untuk peningkatan modal kerja. Mengenai obligasi II yang jatuh tempo Rp 75 miliar, menurut Stefanus, akan dibiayai dari dana internal. Tahun 2005, SIF menargetkan pembiayaan sebesar Rp 1,8 triliun, atau naik dibandingkan tahun 2004 yang sebesar Rp 1,4 triliun. Pembiayaan itu 60 persen untuk mobil atau setara 3.000 unit dan 40 persen untuk motor atau setara 90 unit. "Jadi untuk tahun 2005 kita menargetkan pertumbuhan sekitar 35 persen," ujar Stefanus. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads