Indeks Kembali Terpukul Kenaikan Harga Minyak
Kamis, 26 Mei 2005 09:27 WIB
Jakarta -
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis (26/5/2005) diprediksi kembali melemah setelah Wall Street dan sejumlah bursa dunia kembali terpukul oleh naiknya kembali harga minyak dunia hingga di atas level US$ 51 per barel.IHSG diprediksi masih tetap akan bergerak pada kisaran yang sempit, dengan volume yang tipis. Sejumlah saham unggulan yang rebound pada perdagangan kemarin seperti Gudang Garam (GGRM) dan Astra Internasional (ASII) memberi sedikit harapan untuk bisa menopang indeks. Harga minyak dunia terus merangkak naik setelah pemerintah AS mengumumkan penurunan cadangan minyaknya hingga 1,6 juta barel per hari. Dow Jones industrial average turun 45,88 (0,44 persen) ke level 10.457,80. Selain dipicu naiknya harga minyak, Wall Street juga diserang profit taking setelah kenaikan yang berturut-turut.Sementara pada perdagangannya kemarin, indeks ditutup menguat 3,906 poin pada level 1.049,056. Kenaikan suku bunga SBI yang hanya 5 basis poin tidak terlalu berpengaruh pada pasar saham karena sudah diantisipasi sebelumnya oleh pelaku pasar.
(qom/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
